Dorong Kemajuan Produk UMKM, Pemko Tanjungpinang Tetapkan Produk Unggulan Daerah

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 15 April 2026 | 17:58 WIB
Bappelitbang Kota Tanjungpinang saat menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan PUD Tahun 2026.(Foto:Diskominfo Tanjungpinang)
Bappelitbang Kota Tanjungpinang saat menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan PUD Tahun 2026.(Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

Diawali dari arahan Wali Kota yang ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi lintas OPD, kemudian pembentukan tim kerja serta proses kurasi terhadap calon produk unggulan.

Baca Juga: Batam Percepat Transformasi Digitalisasi dan Perluas Penggunaan QRIS Lewat Transaksi Keuangan Daerah

Selanjutnya akan dilaksanakan temu pelaku UMKM bersama Wali Kota Tanjungpinang yang dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026 mendatang.

Hal ini, sebagai bagian dari upaya menyerap masukan langsung dari pelaku usaha.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan proses verifikasi dan audisi pelaku usaha, hingga monitoring dan evaluasi terhadap produk yang diusulkan.

Setelah seluruh tahapan dilalui, penetapan Produk Unggulan Daerah akan dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Tanjungpinang, sebelum memasuki tahap pematangan dan promosi.

Sebagai puncak kegiatan, launching Produk Unggulan Daerah direncanakan pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD) ini juga merupakan bagian dari target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungpinang.

Sekaligus menjadi implementasi dari visi dan misi Wali Kota Tanjungpinang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Melalui penguatan sektor produk unggulan, Pemerintah Kota Tanjungpinang berupaya meningkatkan daya saing daerah, memperluas peluang usaha, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Dalam pemaparannya juga disampaikan bahwa Kota Tanjungpinang telah memiliki sejumlah produk unggulan daerah berdasarkan penetapan sebelumnya.

Diantaranya otak-otak dan otak-otak tulang presto, dendeng sotong dan ikan, kerupuk gonggong, kerajinan kerang-kerangan, tanjak dan songkok, kue-kue tradisional, serta makanan ringan.

Selain itu, terdapat pula berbagai potensi produk unggulan yang akan dikembangkan, seperti aneka sambal, lakse frozen, otak-otak frozen, pembuatan jilbab, pengolahan kulit ikan pari menjadi produk bernilai tambah seperti dompet dan tali pinggang.

Hingga pengembangan film animasi pahlawan sejarah Melayu sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan dan pejabat di lingkungan Bappelitbang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X