WNEL dan KUFPEC Dukung Kesehatan dan Pendidikan di MTs Al Ma’arif Jemaja dengan Fasilitas Sanitasi

photo author
Ropi Kahardi, Klik Read
- Kamis, 18 Desember 2025 | 16:27 WIB
WNEL dan KUFPEC Dukung Kesehatan dan Pendidikan di MTs Al Ma’arif Jemaja dengan Fasilitas Sanitasi
WNEL dan KUFPEC Dukung Kesehatan dan Pendidikan di MTs Al Ma’arif Jemaja dengan Fasilitas Sanitasi

KLIKREAD.COM, Jemaja - West Natuna Exploration Ltd (WNEL) bersama Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya, khususnya di daerah kepulauan terluar Indonesia.

Melalui kerja sama dengan Yayasan Indocita Madani yang diketuai oleh Anif Muchlashin selaku project officer di lapangan kedua perusahaan ini melaksanakan program pembangunan fasilitas sanitasi dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MTs Al Ma’arif, Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Program ini bertujuan tidak hanya untuk menyediakan fasilitas sanitasi yang layak bagi warga sekolah, tetapi juga untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kesehatan di sekolah.

Baca Juga: PWI Pusat Akan Lepas Dewan Penasehat PWI Kota Batam Ikutserta Perjalanan Jelajah 13 Negara

MTs Al Ma’arif Jemaja dipilih sebagai lokasi kegiatan karena sekolah ini sebelumnya menghadapi keterbatasan sarana sanitasi yang memadai.

Kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan siswa selama proses belajar, serta menimbulkan risiko kesehatan akibat sanitasi yang kurang layak.

Melalui inisiatif ini, WNEL dan KUFPEC Indonesia berharap dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi seluruh warga sekolah.

Baca Juga: Walikota Batam Lepas Tujuh Truk Bantuan Logistik untuk Korban Musibah Bencana Banjir Bandang di Sumbar

Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pembangunan satu unit fasilitas sanitasi umum yang dilengkapi dengan toilet, jamban sehat, septic tank permanen, serta sistem air bersih yang terhubung langsung dengan jaringan pipanisasi.

Desain bangunan memperhatikan efisiensi lahan, kenyamanan pengguna, serta prinsip ramah lingkungan untuk menghindari risiko pencemaran air tanah.

Pembangunan dilakukan secara partisipatif, melibatkan berbagai unsur seperti pihak sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Wawako Buka Dialog Bersama Siswa Diminta Sampaikan Keluhan saat PBM

Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dan sinergi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga disertai dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diikuti oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X