Cegah Risiko Medication Error, RSUD Embung Patimah Kota Batam Luncurkan Sistem Pelayanan Farmasi Digitalisasi

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 9 Desember 2025 | 12:34 WIB
RSUD Embung Fatimah Kota Batam saat menerima penghargaan pada sebuah kegiatan. (Foto: Diskominfo Batam)
RSUD Embung Fatimah Kota Batam saat menerima penghargaan pada sebuah kegiatan. (Foto: Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, Batam - Dalam rangka menuju pelayanan digitalisasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam meluncurkan Sistem Pelayanan Farmasi Berbasis Digital.

Layanan digitalisasi ini juga, guna menekan risiko medication error dalam proses penyerahan obat kepada pasien.

Inovasi ini merupakan bagian dari Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV Tahun 2025 yang dikembangkan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, drg. Irma Solvia, M.K.M.

Irma menjelaskan bahwa digitalisasi layanan farmasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah tingginya beban kerja petugas dan masih ditemukannya potensi kesalahan akibat pencatatan manual.

Baca Juga: Tanjungpinang Dinilai Rawan jadi Titik Transit TPPO, Wawako Raja Ariza Ajak Perkuat Koordinasi Lintas Instansi

“Selama ini ada beberapa titik risiko yang bisa menimbulkan medication error, mulai dari ketidaksesuaian dosis, keterlambatan distribusi obat, hingga kurang optimalnya verifikasi manual,” ujarnya.

Menurutnya, sistem baru ini dirancang dengan mengadopsi prinsip tujuh benar pemberian obat.

Serta dilengkapi fitur verifikasi digital, pemindaian barcode atau QR Code, peringatan alergi obat, dan integrasi penuh dengan SIMRS Khanza

“Dengan sistem ini, setiap obat yang keluar harus melalui proses verifikasi digital. Petugas, pasien.

Baca Juga: Gelaran Kepri On Running Tumbuhkan Semangat Kebersamaan Antar Komunitas Masyarakat Tanjungpinang

Hingga keluarga dapat ikut melakukan pengecekan. Ini meningkatkan keamanan sekaligus transparansi,” kata Irma.

Ia menambahkan bahwa implementasi digitalisasi farmasi ini membuat proses pelayanan lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi obat yang salah diberikan atau salah dosis. Keselamatan pasien selalu menjadi prioritas kami,” tegasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X