Produk lokal, lanjut Lis, harus mulai diarahkan agar tidak hanya berputar di pasar dalam kota, tetapi juga menembus pasar luar daerah. Dengan begitu, usaha masyarakat bisa tumbuh secara berkelanjutan.
"Kita perlu memahami dengan jelas apa yang kita miliki dan produk mana yang unggul.
Dari situ, langkah-langkah lanjutan bisa diambil, termasuk menjalin komunikasi dengan daerah lain yang membutuhkan pasokan bahan baku dari Tanjungpinang," katanya.
Lis mengatakan, pemulihan ekonomi perlu didasarkan pada data yang jelas, khususnya terkait titik-titik lemah pertumbuhan di tiap kecamatan.
Baca Juga: Pemko Batam Dorong Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan Manfaatkan Pekarangan Jadi Lahan Produktif
Dengan begitu, masalah dapat diidentifikasi dan solusi yang tepat bisa dirumuskan.
“Kalau tahu letak masalahnya, barulah langkah bisa disusun. Pemulihan ekonomi harus berbasis data dan inovasi,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Zoom Meeting Rakor Pengendalian Inflasi bersama Mendagri, April Inflasi Kota Batam Terendah se-Sumatera
Bupati Bintan Terima Laporan Akhir KPU dan Bawaslu Terkait Penggunaan Dana Hibah Pilkada Serentak 2024
Realisasikan Program Prioritas, Walikota Batam Serahkan Bantuan 153 Lansia di Belakangpadang
Perkuat Karakter dan Persaudaraan, Walikota Batam Ajak Pelajar Nonton Bareng Film JUMBO
Amsakar Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Kebersamaan dalam Membangun Batam
Pemko Batam Targetkan Raih Penghargaan Program KKS Tingkat Wiwerda Nasional
Pemko Batam Dorong Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan Manfaatkan Pekarangan Jadi Lahan Produktif
Wakil Kepala BP Batam Tegaskan Pengembang Abaikan Drainase Terancam Kehilangan Izin Lahan
Kepala BP Batam Pastikan Penertiban Lahan di Tanjung Banon Telah Ikuti Prosedur Berlaku
Kerap Terjadi Langganan Banjir Saat Hujan, Pemko Batam Diminta Serius Tangani Kondisi Drainase