E. Bongaya
Jawaban: B
Perundingan Linggarjati dilakukan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Perdana menteri Sutan Syahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia Antarklub Al Ahly vs Real Madrid
2."Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka Tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini," begitu kata Bung Karno mengawali pidatonya seperti dikutip dari http://www.academia.edu, Rabu (1/6/2016). Dalam pidatonya di sidang BPUPKI Bung Karno telah menyampaikan prinsip dasar negara yakni:
A. Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau perikemanusiaan; Mufakat atau demokrasi; Perdamaian abadi
B. Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri keTuhanan, Peri Kerakyatan, dan Mufakat
C. Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau perikemanusiaan; Mufakat atau demokrasi; Kesejahteraan sosial; Ketuhanan yang berkebudayaan
D. Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri keTuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat
E. Ketuhanan YME, Peri Kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan, Keadilan Sosial
Jawaban: C
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno menyampaikan pidatonya dihadapan sidang BPUPKI. Dalam pidato tersebut diajukan oleh Ir.Soekarno secara lisan usulan lima asas sebagai dasar Negara Indonesia yang akan dibentuk,yang terdiri dari :
1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia;
2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan;