Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama Indonesia yang memiliki arah gerakan di bidang sosial budaya dan pendidikan. Tetapi memasuki tahun 1915 dengan munculnya organisasi beraliran politik mendorong Budi Utomo untuk ikut serta dalam kancah perpolitikan Hindia Belanda. Salah satu tindakannya adalah menginginkan pembentukan dewan rakyat (volksraad) bagi para penduduk pribumi.
Jawaban: A
Soal nomor 4
Pelaksanaan Politik Etis di Hindia Belanda bukannya tanpa perlawanan. Hal tersebut terlihat dari kritik yang disampaikan Ernest Douwes Dekker yang berisi....
A. Politik Etis hanya merupakan perluasan bentuk dari komersialisasi politik ekonomi liberal yang dilaksanakan sebelumnya
B. tuntutan yang harusnya mendapat perlakuan tidak hanya pribumi tetapi untuk semua penduduk Hindia Belanda
C. praktek Politik Etis masih menunjukkan diskriminasi seperti yang terlihat dalam bidang edukasi (pendidikan)
D. Aggapan bahwa Politik Etis hanya menguntungkan pihak swasta Belanda dalam mendapatkan tenaga terampil yang murah
E. pelaksanaan Politik Etis yang tidak menyeluruh di segala bidang dan tidak sesuai dengan penderitaan rakyat pribumi selama pendudukan Belanda
Pembahasan:
Pelaksanaan Politik Etis dirasa kurang tepat dan menyeluruh menurut Ernest Douwes Dekker karena beberapa program yang terdapat dalam kebijakan tersebut hanya ditujukan untuk kaum pribumi sedangkan untuk orang- orang campuran (indo) terabaikan. Contohnya dalam pendidikan, kaum campuran tidak dapat menikmati beberapa jenjang pendidikan dan mengharuskan ke luar negeri jika ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Jawaban: B
Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) Persiapan Seleksi Penerimaan CPNS 2023
Soal nomor 5
Dilihat dari visinya dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam jangka panjang, periode perjuangan tahun 1928 dapat dinyatakan sebagai …
A. Angkatan pendobrak
B. Angkatan penegak
C. Angkatan pelurus
D. Angkatan pelaksana
E. Angkatan penegas
Pembahasan:
Dalam angkatan penegas, Indonesia telah bersifat Nasional atau kebangsaan karena telah mempersatukan organisasi organisasi di daerah-daerah untuk bersatu dan menjadi organisasi nasional dengan dipersatukan melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu jua. Angkatan Sumpah Pemuda pada tahun 1928 disebut juga Angkata Penegas, karena menegaskan rasa persatuan.