KLIKREAD.COM- UTBK SNBT 2023 sudah dekat, kamu harus mempersiapkan diri salah satunya berlatih soal Tes Potensi Skolastik (TPS) Pemahaman Bacaan dan Menulis.
Tes Potensi Skolastik (TPS) Pemahaman Bacaan dan Menulis akan menjadi bagian yang diujikan pada UTBK SNBT 2023.
Beberapa materi Tes Potensi Skolastik (TPS) Pemahaman Bacaan dan Menulis Pemahaman Bacaan dan Menulis pada UTBK SNBT 2023 nanti di antaranya kemampuan dasar dalam membaca, kelancaran membaca, dan keterampilan menulis.
Jumlah soal TPS pada UTBK SNBT 2023 akan terdiri dari 20 soal dengan waktu pengerjaan selama 15 menit saja.
Pemahaman Bacaan dan Menulis yang akan diujikan di UTBK SNBT 2023 ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tipe soal pada masa UTBK SBMPTN sebelumnya.
Namun kamu tetap harus mempersiapkan berlatih soal jenis ini karena tak hanya harus benar, tapi juga bagaimana mengatur agar waktu yang ada bisa cukup.
Di bawah ini adalah 3 contoh soal TPS pemahan bacaan dan menulis.
Usahakan agar membaca dulu soal agar langsung tahu tujuan pertanyaan tersebut.
1.Pertanyaan:
Beberapa pekan lalu, Presiden Federasi Otomotif Internasional, Tean Todt datang ke kantor Ikatan Motor
Indonesia.
Ia meminta IMI menggencarkan kampanye keselamatan di jalan. Eks bos tim Formula 1 Ferrari yang kini menjadi duta PBB untuk mengampanyekan “Keselamatan di Jalan” itu mengemukakan pada 2015 lebih dari 3400 orang tewas di jalan setiap hari.
Setiap tahun ada 15 juta orang terluka dan sebagian besar mengalami cacat tubuh akibat kecelakaan di jalan.
Yang menjadi korban sebagian besar anak-anak, pejalan kaki, pengendara sepeda, orang tua, dan penyeberang jalan.
Todt mengatakan Indonesia adalah negara besar dengan penduduk sangat banyak, tidak mungkin mengampanyekan “Keselamatan di Jalan” sendirian.
Sebagian besar anggota IMI adalah pembalap yang
sangat paham tentang keselamatan di jalan.
Oleh karena itu, sangat penting jika seluruh anggota IMI
bergerak bersama mengampanyekan hal ini, kata Todt.
Ia menegaskan, setiap pengguna jalan harus menghormati dan menghargai satu sama lain.
Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat kelakuan pengguna jalan yang tidak tertib dan egois.
Yang menarik adalah komentar Todt tentang kondisi lalu lintas di Indonesia.
“Saya sering datang ke Indonesia terutama Bali. Saya sangat terkejut melihat kondisi lalu lintas di sana. Saat saya datang ke Jakarta, pemandangannya lebih mengerikan,” kata Todt.
Mengerikan, mungkin tidak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan kekacauan dan kesemrawutan lalu lintas di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Sudah sangat lama kita melihat dan mengalami sendiri kekacauan dan kesemrawutan lalu lintas di negeri ini.
Baca Juga: Sebelum Beli, Kamu Wajib Tahu Kelebihan dan Kekurangan Vivo V23e yang Beredar di Pasaran!
Pendapat yang tercermin dalam kutipan wacana tersebut adalah....
Jawaban:
a.kesemrawutan kondisi sosial masyarakat kota besar di Indonesia dalam menggunakan jalan raya
b.ketidaknyamanan pengguna jalan raya di kota-kota besar di Indonesia seperti Bali dan Jakarta
c.kondisi sosial masyarakat kota-kota di Indonesia kurang peduli terhadap keselamatan jalan
d.keselamatan di jalan raya sangat didambakan oleh setiap pengguna jalan di kota-kota besar
e.kondisi masyarakat kota besar di Indonesia mencerminkan kekacauan keselamatan pengguna jalan
Baca Juga: Oyika dan Rakata Pasarkan Motor Listrik Rakata S9, Tanpa Harus Charge Baterai Bisa Langsung Meluncur
Pembahasan:
Jawaban C
Pendapat merupakan suatu opini yang berasal dari pemikiran individual. Pendapat tidak tersurat dari
kutipan paragraf. Pada wacana tersebut, “kondisi sosial masyarakat kota-kota di Indonesia kurang peduli
terhadap keselamatan jalan” tidak ada fakta yang membuktikan kalimat tersebut sehingga kalimat tersebut
berupa pendapat.