30. Sifat tokoh anak raja dalam kutipan hikayat
tersebut adalah .....
A. Iri hati D. Miskin hati
B. Kecil hati E. Murah hati
C. Buta hati
Baca Juga: Resmi Rilis! Cek Harga Chery Tiggo Series, Penantang Serius Wuling Almaz dan Honda CRV
Bacalah kutipan hikayat untuk soal nomor 31 - 35!
Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu
yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki
saudagar. Si Saudagar kaget bukan kepalang. Tentu
saja Saudagar menjadi berang. “ Dasar ular tak tahu
terima kasih, kenapa kau mematukku ?”“ Buat apa
aku harus berterima kasih ?” Jawab Ular.“: hai ! kalau
tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu !”“
Benar . Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau
tidak menindihkannya . “ Saudagar itu kaget. Ia baru
ingat rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya
dengan batu. Saudagar itu tidak mau mendengar
segala macam alas an. Ia tak mau mengingat
kesalahannya sendiri. Yang dipikirkannya hanyalah ia
telah menolong ular itu.
31. Tema teks dia atas adalah .....
A. Kisah ular dan saudagar.
B. Kisah yang tak bisa berterima kasih.
C. Kisah si jelak dan si buruk rupa
D. Kisah kelinci dan ular
E. Kisah yang mengharukan.
32. Teks di atas termasuk dalam jenis .....
A. Mite D. Legenda
B. Sage E. Cerita
C. Dongeng
33. Makna kata “Berang“ pada teks dia atas adalah .....
A. Sedang tertawa D. Sangat senang
B. Sedang bersedih E. Sangat marah
C. Sedang gembira
34. Watak saudagar pada teks di atas adalah .....
A. Bijaksana
B. Suka Usil
C. Lapang dada
D. Tidak mau mengakui kesalahan.
E. Suka menolong
35. Nilai yang dapat diambil dari teks di atas adalah
.....
A. Sebagai makhluk kita harus tolong menolong
B. Jangan pernah melukai siapapun
C. Ingatlah selalu pada apa yang telah diperbuat
D. Sebagai manusia tidak boleh sombong.
E. Harus mengakui kesalahan yang telah kita
perbuat.
Baca Juga: Euforia Kemenangan Atas Argentina di Piala Dunia 2022, Pemain Arab Saudi Diberi Mobil Mewah
36. Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah
A. Gaya penyampaian cerita
B. Penokohan
C. Latar Budaya Pengarang
D. Tanggapan pembaca
E. Tampilan ilustrasi cerpen
Pertanyaan nomor 37-38!
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini!
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah
dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis.
“Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa
artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa
kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah
mempermasalahkan status Handoko yang ternyata
belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian
kakakku yang selama ini mendukungku sekarang
berbalik arah.”