Untuk mengetahui bahasa baku dalam bahasa Indonesia, kita bisa mengeceknya melalui EYD V dan KBBI daring yang bisa diunduh di Playstore.
Opsi A, ada kata yang tidak baku, yakni resiko, seharusnya risiko.
Kemudian opsi B kata yang tidak baku adalah foto kopi, seharusnya penulisan digabung jadi fotokopi.
Untuk opsi C, kata yang tidak baku adalah prosentase, seharusnya ditulis persentase.
Opsi D, tidak ada kekeliruan bahasa atau kalimat yang ditulis sudah baku, sekilas kata 'hierarki' tidak baku, padahal di KBBI kata tersebut ada.
Nah yang opsi E ada kata konkrit yang penulisannya tidak baku, seharusnya konkret.
Itulah soal dan pembahasan Literasi Bahasa Indonesia materi bahasa baku, peserta tes harus sering membaca wacana untuk menambah pembendaharaan kosakata baku.
Kata-kata tidak baku di atas memang kerap muncul dalam berbahasa sehari-hari dan dianggap benar, yakni kata resiko, foto kopi, prosentase, dan konkrit.*