UM UGM 2019 KODE 644
Kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid dalam mengatasi ancaman disintegrasi ditunjukkan dengan...
A) mengangkat Wapres dari partai Nasionalis-Sekuler
B) berusaha mengembalikan Timor-Timur ke pangkuan RI
C) menugaskan Banser untuk mengamankan Natal
D) menawarkan penerapan syariat Islam di Aceh
E) mewacanakan dibukanya hubungan diplomatik dengan Israel
Pembahasan
Presiden Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur menjadi Presiden RI yang ke-4 paska Reformasi 1998. Gus Dur berkuasa dari tahun 1999 - 2001. Selama Gus Dur berkuasa, ia coba meredam adanya keinginan wilayah Aceh dan Papua melepaskan diri seperti Timor-Timur pada masa Habibie.
Keinginan memisahkan diri sangat kuat untuk dua wilayah tersebut. Hal ini didasari karena selama masa pemerintahan Orde Baru, dua wilayah ini selalu ditekan oleh pemerintah pusat melalui pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM).
Bagi orang Aceh, nama Gus Dur bukanlah nama yang asing. Tidak semua memandangnya baik memang, sebab beberapa sikap Gus Dur terhadap Aceh yang kontroversi. Namun jasa-jasa Tgk. Doraman, begitu ia sering disebut, untuk Aceh tidak dapat diabaikan. Dua diantara “jasa” besarnya adalah merintis penerapan Syariat Islam dan membuka ruang dialog hingga terwujud Perdamaian Aceh yang dinikmati masyarakat Aceh hingga sekarang. Dan semua yang dirintis oleh Gus Dur berhasil mendapatkan hasil pada tahun 2005-2006 Aceh resmi mendapatkan otonomi khusus dengan penerapan syariat Islam di wilayahnya dengan nama baru Nangroe Aceh Darussalam.
Jawaban: D
Baca Juga: Contoh Soal Sejarah dan Pembahasannya Untuk Persiapan Ujian Mandiri PTN 2023
Soal No. 3
UM UNDIP 2019 KODE 431
Tokoh yang mengemukakan pemikiran tentang perlunya dibangun sebuah pemerintahan yang berdasarkan dan dibatasi oleh Undang-undang, adalah...
A) J.J. Rousseau
B) John Locke
C) Montesqieu
D) Robbespierre
E) Raja Louis XIV
Pembahasan
Pemerintahan yang tidak didasarkan pada pembatasan kekuasaan dan undang-undang adalah ciri pemerintahan absolut. Pemerintahan jenis ini menjadi pemicu lahirnya Revolusi di Prancis dan di Amerika. Hal ini seiring dengan perkembangan pemikiran pada masa Pencerahan di Eropa abad ke-17 hingga ke-18. Salah satu sosok yang berpengaruh pemikirannya adalah John Locke (1632-1704).
John Locke adalah seorang filsuf Inggris yang dianggap sebagai salah satu filsuf pertama Pencerahan dan bapak liberalisme klasik. Dalam karya utamanya Two Treatises of Government, Locke menolak gagasan tentang hak ilahi para raja, mendukung gagasan hak alami (terutama properti), dan mendukung pemerintahan konstitusional terbatas yang akan melindungi hak-hak individu.