Wakil Direktur Divisi Teknologi dan Pengembangan Bisnis PT Krakatau Posco Agus Suwarto menyatakan, kegiatan ini dilakukan untuk membina kerja sama antara lembaga pendidikan dan industri.
"Mudah-mudahan kerja sama ini terus berkelanjutan dan bermanfaat untuk kita semua," ungkapnya.
Baca Juga: Loker Terbaru di PT Niramas Utama INACO Penempatan Tambun Bekasi, Tengok Yuk Bestie!
Selanjutnya, HR Department PT Krakatau Posco Hasri Suryani menyampaikan tentang sejarah Krakatau Posco, yang merupakan gabungan perusahaan dari Indonesia dan Korea Selatan.
Hasri menyatakan, pada 2009 penandatanganan kerja sama, 2010 peletakan batu pertama, dan 2013 sudah melakukan produksi dan memasarkan produksinya.
Hasri menambahkan, visi PT Krakatau Posco saat ini adalah "Top Class Steel Mill Leading in ASEAN Industrialis Eco-System"
Baca Juga: PT Iconic Talent Indonesia Buka Loker Terbaru di Wilayah Cikarang, Logistics Admin Staff
"Nah, targetnya tahun 2030 PT Krakatau Posco menjadi pemimpin perusahaan baja di Asia," ungkapnya.
Hasri sempat menyinggung perbedaan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan yang sama-sama merdeka pada tahun 1945, tetapi pendapatnya sangat jauh berbeda.
"Pendapatan per kapita per tahun Indonesia Rp58 juta, sedangkan Korea Selatan Rp490 juta," ungkapnya.
Baca Juga: Untuk Teks NAIILAS - ALIANSI di Games Shopee Tebak Kata, Kunci Jawaban Disiapkan
Ungkap Hasri, kunci kesuksesan Korea ada dua, pertama visi jangka panjang dan leadership yang kuat untuk membangun negara
"Kemudian yang kedua SDM dengan mindset disiplin, berintegritas, dan terus belajar," imbuh Hasri.
Selanjutnya Guntur Widar Kharisna dalam paparannya menjelaskan bahwa mengajar BIPA sangat menjanjikan, satu sesi per 60 menit bayarannya bisa Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.