Jawaban: E
Baca Juga: Loker Terbaru Surabaya untuk Lulusan SMA Sederajat di PT Eka Bogainti HokBen, Cek Kualifikasinya!
Soal 3
Kemerdekaan NKRI diperoleh melalui pertumpahan darah, kekuatan pemikiran, tekad, dan kerja sama semua komponen bangsa. Semangat nasionalisme tercermin dari sikap dan perilaku mereka, tak terkecuali kaum muda. Ir. Soekarno pernah mengatakan, “beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pernyataan proklamator tersebut mensyaratkan betapa pentingnya kekuatan para pemuda di awal proklamasi kemerdekaan. Untuk menyatukan berbagai organisasi pemuda di seluruh tanah air, diikrarkanlah….
A. Proklamasi kemerdekaan
B. Sumpah pemuda
C. Pembela Tanah Air (PETA)
D. Peristiwa Rengasdengklok
E. Budi Utomo
Pembahasan:
Organisasi yang lekat dengan peran para pemuda pernah mengadakan kongres atau biasa disebut Kongres Pemuda. Kongres ini diadakan selama dua kali, yaitu Kongres Pemuda I pada tahun 1926 dan Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Nah, pada pelaksanaan Kongres Pemuda II, terjadi kesepakatan penting untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda.
Jadi, untuk menyatukan berbagai organisasi pemuda di seluruh tanah air, diikrakanlah Sumpah Pemuda.
Jawaban: B
Soal 4
Pak Yogi merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Marawi. Dalam menjalankan tugasnya, beliau selalu berpedoman pada peraturan yang berlaku, baik peraturan perundang-undangan maupun peraturan adat di kabupatennya. Suatu ketika, Pak Yogi sedang melakukan perjalanan dinas di suatu kecamatan untuk kunjungan berkaitan dengan pendidikan. Di tengah perjalanan, beliau ditelpon oleh stakeholder pelaksanaan USBN Kabupaten Marawi. Beliau diminta untuk bertemu di suatu tempat untuk membahas pemenangan tender pembuatan soal-soal USBN. Untuk menghindari praktik-praktik yang tidak baik dan melanggar hukum, Pak Yogi menolak tawaran tersebut dan melanjutkan kunjungannya. Nilai penting yang dimiliki Pak Yogi adalah….
A. loyalitas
B. patriotisme
C. integritas
D. mandiri
E. tanggung jawab
Pembahasan:
Pak Yogi merupakan seorang pemimpin yang taat pada aturan. Hal itu terlihat dari karakternya, misalnya menolak bertemu dan melanjutkan kegiatan kunjungannya. Ucapan dan perilaku Pak Yogi tidak melenceng dari aturan yang berlaku. Artinya, nilai penting yang dimiliki Pak Yogi adalah integritas.