pendidikan

AYO BERLATIH! Soal dan Kunci Jawaban Teks Literasi Bahasa Indonesia, Persiapan UTBK SNBT 2023

Selasa, 28 Februari 2023 | 11:32 WIB
Soal UTBK SNBT 2023, Tes Literasi Bahasa Indonesia buat latihan soal para pejuang PTN.

Klikread.com - Belajar dari bentuk soal, termasuk Literasi Bahasa Indonesia yang sudah pernah ditanyakan membuat persiapan menghadapi UTBK SNBT 2023 akan menjadi lebih terarah, lebih fokus, dan lebih efektif.

Bentuk soal Literasi Bahasa Indonesia di UTBK SNBT 2023 yakni pemahaman materi kebahasaan, kurang lebih sama dengan materi PBM di tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, disarankan calon mahasiswa baru (camaba) tahun ini, kuasailah semua materi yang akan keluar di UTBK SNBT 2023, termasuk Literasi Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia Kali Ketujuh, Argentina Borong Banyak Penghargaan

Pada kesempatan ini, Klikread.com akan menyajikan soal Literasi Bahasa Indonesia plus kunci jawaban.

Untuk kunci jawaban di soal Literasi Bahasa Indonesia ini akan dicetak tebal ya!

Kami mengajak adik-adik camaba untuk tetap berlatih pada soal online yang sudah kami siapkan, ayo teruslah berlatih!

Semoga tahun ini kalian semuanya yang belajar di sini bisa lolos di pilihan pertama kalian, Amin...

Baca Juga: Kasus Mario Dandy Seret Pegawai Pajak yang Punya Kekayaan Melimpah, Mantan Ketua KPK Desak Usut Tuntas

Soal No.1

Pemakaian huruf kapital yang TIDAK BENAR berikut ini adalah _______
(A) bahasa Inggris
(B) bangsa Inggris
(C) kunci Inggris
(D) Perdana Menteri Inggris
(E) rakyat Inggris

Soal No.2

Penulisan kalimat yang baku terdapat pada kalimat _______

(A) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat menerima dasar alasan dipilihnya 65 tahun, sebagai batas usia pensiun hakim agung.
(B) Pemerintah menurunkan harga premium bersubsidi sebesar Rp. 500 per liter dari harga saat ini Rp. 6.000 per liter.
(C) Penurunan harga premium bersubsidi ini kata Sri Mulyani, menyikapi terus melemahnya harga minyak mentah dunia.
(D) Dia mengklaim, harga premium di Indonesia masih yang terendah di Asia. Bahkan dengan Malaysia yang telah menurunkan empat kali, harga premium Rp 5.500 masih lebih rendah.
(E) “Gejolak ekonomi global sudah pasti melemahkan ekonomi kita. Karena itu, perlu antisipasi guna menetralisasi beban masyarakat,'' katanya.

Halaman:

Tags

Terkini