"Ini aneh, karakter gunung Dukono tidak seperti ini, ini berbahaya karena (diduga) ada sumbatan pada dasar kawah dan tekanan besar sedang terkumpul," ungkap Djangu.
Setelah itu, Djangu menyebut dirinya sempat meminta izin untuk menerbangkan drone namun ternyata tidak dapat terjangkau dari 4 km.
Momen Wisatawan Lari Berhamburan
Saat insiden terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.40 WIT, Djangu menuturkan, dari arah utara dari kejauhan terlihat ada pendaki yang sudah mendekati bibir kawah Gunung Dukono.
Baca Juga: Polisi Sita Uang Rp1,9 Miliar Hasil Penggerebekan Judi Online di Hayam Wuruk
"Ada seorang wanita berkaos putih lengan panjang terpantau sedang berlari diikuti sebuah drone yang terbang di atas," terang Djangu.
"Sekelompok pria yang sedang memonitor drone itu, diduga mereka adalah konten creator," sambungnya.
Dari hasil pantauan itu, Djangu akhirnya memutuskan turun menjauh ke tempat yang lebih aman.
"Saat sedang berjalan tiba-tiba pada pukul 7.42 terjadi dentuman disertai dengan asap hitam, percikan lahar cair, batu dan dan disertai gelombang supersonik," jelasnya.
Baca Juga: Pernyataan Amien Rais Dinilai Keliru Bawa Isu Private Teddy ke Ruang Publik
Sempat Rekam Letusan Gunung Dukono
Djangu saat itu mengaku sempat mengambil momen letusan Gunung Dukono hingga akhirnya tersebar dan viral di media sosial.
"Moment itu kami abadikan sambil memperhatikan arah angin dan material vulkanik," terangnya.
"Dalam pikiran saya, mereka yang baru saja tiba di bibir kawah mungkin tidak ada yang selamat, namun kuasa Tuhan itu berlaku, terdengar kabar dari anak saya bahwa banyak yang selamat," imbuh Djangu.