nasional

Sikapi Konflik Geopolitik Global, Wagub Kepri Tegaskan Perlu Penguatan Kebijakan Sektor Pariwisata

Rabu, 22 April 2026 | 17:37 WIB
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat memimpin rakor lintas sektoral bidang pariwisata Kepri di Kantor Graha Kepri Batam Centre. (Foto:Diskominfo Kepri)

KLIKREAD.COM, Kepri - Dalam menyikapi akibat konflik geopolitik global, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan perlunya penguatan kebijakan di berbagai sektor pariwisata agar menjadi lebih adaptif.

"Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada mobilitas kunjungan wisatawan khususnya mancanegara," ujar Wagub Nyanyang.

Penegasan Nyanyang saat itu memimpin rakor lintas sektoral bidang pariwisata Kepri di Kantor Graha Kepri Batam Centre, Selasa 21 April 2026.

Baca Juga: Gubernur Tekankan Pentingnya Libatkan Generasi Muda Kaderisasi Keberlanjutan Partai

Adapun rakor mengusung tema: "Menjaga Stabilitas dan Kondusif Pariwisata di Kepulauan Riau di Tengah Konflik Geopolitik Global"

Dikatakan Nyanyang, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling sensitif terhadap dinamika global.

Terhadap menegangnya kawasan Timur Tengah akibat konflik perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israil.

Baca Juga: Bangga Lihat Antusiasme Masyarakat Naik Haji, Gubernur Kepri Lepas 361 CJH Kloter Pertama Embarkasi Batam Berangkat ke Tanah Suci

Serta penutupan Selat Hormuz, memicu sistem gangguan transportasi laut dan udara international.

"Perubahan rute penerbangan internasional maupun domestik, termasuk biaya operasional dari maskapai, tentu berpotensi mempengaruhi tingkat mobilitas wisatawan global.

Dan tentunya konektivitas destinasi wisata diberbagai belahan dunia termasuk Provinsi Kepri Indonesia, " jelasnya.

Meskipun secara kontribusi wisatawan mancanegara dari Timur Tengah secara jumlah relatif kecil, tapi bagi Kepri memiliki arti setrategis, utamanya bagi pariwisata mananegara.

Baca Juga: Walikota Lis Harapkan Hasil Musda Partai Golkar Kepri Turut Mendukung Pembangunan Daerah Berkelanjutan

"Mengingat komposisi pasar wisata kita, masih disumbang dari kawasan Asean, khususnya Singapura Malaysia Cina dan India," tambah Nyanyang.

Halaman:

Tags

Terkini