nasional

Verifikasi Pembahruan Penerima Data Bansos, Pemko Tanjungpinang Integrasikan Penguna DTSEN dengan Program Bima Sakti Berbenah

Rabu, 22 April 2026 | 15:43 WIB
Sekda Kota Tanjungpinang Zulhidayat saat memimpin rakor DTSEN, di aula kantor Dinsos.(Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Guna memverifikasi lebih selektif penerima bantuan sosial (bansos), Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan pembaharuan penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penguna DTSEN ini langsung teritegrasi dengan Program Bima Sakti melalui kartu Berbenah.

Upaya ini sebagai sistem penyaluran bansos dan pelayanan publik berbasis satu data terpadu (one single data entry).

Baca Juga: Angka Kemiskinan Ekstrem Nol, Pemko Tanjungpinang Salurkan Bansos Jangkau PHK 6.203 Keluarga Penerima Manfaat

Hal ini dilakukan karena masih menemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial di lapangan.

Termasuk ratusan data yang tidak memenuhi kriteria dalam proses verifikasi.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial jika tidak diikuti dengan pemutakhiran data secara berkala.

Baca Juga: Walikota Lis Harapkan Hasil Musda Partai Golkar Kepri Turut Mendukung Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Kebijakan ini sejalan dengan penerapan sistem desil oleh pemerintah pusat dalam penentuan penerima bantuan sosial yang membutuhkan data terpadu, mutakhir, dan terintegrasi lintas instansi.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, kualitas data menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas program pemerintah.

“Data yang bersih dan sesuai dengan kondisi riil sangat penting dalam pelaksanaan program.

Baca Juga: Doakan Kelancaran Ibadah Haji, Walikota Lis Lepas 144 JCH Tanjungpinang Berangkat ke Tanah Suci

Dengan data yang akurat, bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi DTSEN, di aula kantor Dinsos, Selasa 21 April 2026, kemarin.

Melalui Kartu Berbenah, lanjut Zulhidayat, setiap penerima bantuan memiliki identitas tunggal yang terverifikasi untuk meminimalkan potensi duplikasi dan meningkatkan ketepatan sasaran.

Halaman:

Tags

Terkini