peristiwa

BNPB Catat 174 Jiwa Meninggal dan Ratusan Orang Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat

Sabtu, 29 November 2025 | 18:46 WIB
BNPB Catat 174 Jiwa Meninggal dan Ratusan Orang Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat

Baca Juga: Warga Antusias Saksikan Ajang Batam International Sea Eagle Boat Race di Belakangpadang

Bantuan Presiden juga telah tiba berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan bahan makanan siap konsumsi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, kementerian/lembaga terkait, serta relawan untuk percepatan penanganan darurat, pemulihan akses, distribusi logistik, dan pencarian korban.

Informasi lanjutan akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.

Operasi Modifikasi Cuaca Serentak

Baca Juga: Untuk Keamanan dan Kenyamanan Berkendara, Perlu Pahami Teknologi Terbaru pada Kendaraan Modern

Sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi yang kini tengah dihadapi oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak.

Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman.

“Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” jelas Suharyanto.

Di Aceh, OMC baru resmi dimulai hari ini, Jumat, 28 November 2025 menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda.

Baca Juga: Rutin Periksa Kondisi Ban untuk Keamanan dan Efisiensi Biaya Perawatan

Sementara itu, di Sumatera Utara, operasi telah dimulai lebih awal pada Kamis, 27 November 2025 dari Posko Bandara Kualanamu, di mana hingga saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).

Adapun operasi di Sumatera Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi besok, Sabtu, 29 November 2025 dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.

Intervensi Modifikasi Cuaca ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi darurat terkini, di mana intensitas hujan ekstrem telah memicu banjir meluas di wilayah Aceh, meningkatkan ancaman longsor dan banjir bandang di sebagian besar Sumatera Utara, serta menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan pemukiman di Sumatera Barat.

Baca Juga: Warga Antusias Saksikan Ajang Batam International Sea Eagle Boat Race di Belakangpadang

Halaman:

Tags

Terkini