Ibrahim melanjutkan, konflik di Selat Hormuz juga memanas setelah kapal kargo India dari Afrika menuju UEA tenggelam pada Rabu di perairan lepas pantai Oman.
Belum terungkap dalangnya sehingga hal ini juga menjadi ketegangan tersendiri di Timur Tengah.
Sejumlah kapal juga dikabarkan ditahan Iran setelah negara tersebut melakukan latihan perang besar-besaran. Lagi-lagi, ketegangan di Timur Tengah makin meningkat.
Baca Juga: Jaga Harga Sembako Stabil selama Idulfitri, Satgas Pangan Siap Beri Sanksi Produsen Nakal
Tak hanya faktor ketegangan di Timur Tengah, Ibrahim menuturkan ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau The Federal Reserve juga menjadi salah satu faktor penyebab pelemahan rupiah.
Di tengah harga gasoline yang mengalami kenaikan, kondisi itu diprediksi akan mengerek inflasi di AS.
“Ada kemungkinan besar pada 2026 Bank Sentral AS tidak akan menurunkan suku bunga.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Anggaran MBG Masih Aman
Hal itu mengindikasikan suku bunga lebih tinggi akan berdampak pada penguatan indeks dolar AS, apalagi dibarengi dengan perang dagang nanti,” terangnya.***
Artikel Terkait
Menakar Potensi Penguatan Nilai Tukar Rupiah: Fundamental Ekonomi RI Masih Oke
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng RI Aman hingga Akhir 2026
Belajar dari Konflik Rusia-Ukraina, APBN Masih Bisa Terjaga di Tengah Memanasnya Timur Tengah
Pengemudi Ojol di Solo Rasakan Manfaat BHR Naik: Senang Banget, Terima Kasih Presiden Prabowo
Program Perumahan Rakyat untuk Kesehatan Masyarakat: Tekan Kasus TBC dan Stunting
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Anggaran MBG Masih Aman
Jaga Harga Sembako Stabil selama Idulfitri, Satgas Pangan Siap Beri Sanksi Produsen Nakal
Pemerintah Jaga Pasokan Sembako Jelang Nyepi dan Idulfitri Cukup dan Harga Terkendali
Pemerintah Kuatkan Ketahanan Fiskal, Defisit APBN Digenjot di Bawah 3 Persen
Pasar Murah Pemerintah Gerakkan Ekonomi, Libatkan 1.000 Pedagang Kaki Lima