KLIKREAD.COM, Jakarta - Menyikapi banyaknya fenomena mengaku dai, Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan kaderisasi Ulama atau Dai.
Hal ini dilakukan supaya para dai yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan, benar-benar memahami ilmu agama.
"Sekarang banyak yang mengaku dai tetapi pemahaman (agamanya kurang)," ujar Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu.
Ismail saat itu memaparkan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII di Jakarta, Selasa 7 Oktober 2025.
Ismail mengatakan Kemenag terus berupaya menghadirkan dai atau ulama yang kompeten di tengah-tengah masyarakat.
Menurut dia, keberadaan dai atau ulama yang benar-benar kompeten sangat penting.
Baca Juga: Menu MBG di SDN Mampang 1 Depok Viral, Begini Penjelasan Pihak Sekolah
Karena bisa mengajak masyarakat untuk semakin dekat dengan ajaran agamanya.
Ismail mengatakan, Menag Nasaruddin Umar berpesan bahwa ketika umat semakin dekat dengan agama, maka negara akan damai.
Sebaliknya ketika umat jauh dengan ajaran agamanya, bakal terjadi kekacauan.
Baca Juga: Menhan Pastikan Awak Media Gratis Berobat di RSPPN Meski Tanpa BPJS
Menurut Ismail, ajang STQH Nasional XXVIII itu jadi salah satu kaderisasi dai atau ulama.
Para kafilah dari berbagai daerah, akan saling berkompetisi terkait keilmuan Alquran dan Hadits.***
Artikel Terkait
Baret Biru Indonesia Siap Ditugaskan ke Gaza
Prabowo Instruksikan Seluruh Dapur MBG Punya Alat Khusus Berupa Tes Kit
Kemenkes Buka Hotline Pengaduan Keracunan MBG
KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
Infinix GT 30 5G Mengandalkan Performa Dimensity 7400
Pemerintah Beri Insentif Guru Honorer Penanggung Jawab MBG, Per Hari Rp100 Ribu
Menhan Pastikan Awak Media Gratis Berobat di RSPPN Meski Tanpa BPJS
Pertanyakan TKD dan DBH, Sejumlah Gubernur Ramai-ramai Datangi Kantor Menkeu
Menu MBG di SDN Mampang 1 Depok Viral, Begini Penjelasan Pihak Sekolah
MUI Minta Pemerintah Tolak Atlet Israel Bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia