Pemerintah China Mengeluarkan Larang Warganya Liburan ke Jepang, Ini Alasannya

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 16 November 2025 | 14:07 WIB
Ilustrasi.Pemerintah China larang warganya liburan ke Jepang./net
Ilustrasi.Pemerintah China larang warganya liburan ke Jepang./net

KLIKREAD.COM, China - Pemerintah China resmi melarang warganya untuk bepergian ke Jepang dalam waktu dekat.

Larangan ini dikeluarkan lewat peringatan resmi dari Kementerian Luar Negeri China dan kedutaan-kedutaan mereka di Jepang pada 14-15 November 2025.

Alasannya adalah “situasi keamanan yang memburuk” bagi warga China setelah Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, mengeluarkan pernyataan keras soal Taiwan.

Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Australia Albanese, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Australia

Sanae Takaichi, yang jadi perdana menteri perempuan pertama Jepang sejak 21 Oktober 2025, mengatakan kalau China menyerang Taiwan.

Hal itu bisa dianggap “ancaman terhadap kelangsungan hidup Jepang”.

Kalau itu terjadi, Jepang berhak mengirim pasukan untuk membantu sekutunya (terutama Amerika Serikat).

Pernyataan ini langsung membuat China marah besar karena dianggap ikut campur urusan dalam negeri mereka.

Baca Juga: Viral Miss Israel Diduga Sinis pada Miss Palestina di Ajang Miss Universe 2025

Hal inilah yang menjadikan China langsung bereaksi keras.

Selain melarang warganya ke Jepang, mereka juga memanggil duta besar Jepang di Beijing dan mengeluarkan ancaman dari Kementerian Pertahanan bahwa Jepang akan “ditumbangkan” kalau ikut campur urusan Taiwan.

Bahkan ada postingan diplomat China yang sempat mengancam nyawa Takaichi, meski akhirnya dihapus.

Baca Juga: Mahasiswa Doktoral di Australia Sebut Kedatangan Prabowo Bawa Harapan Baru bagi Pendidikan dan Diplomasi

Padahal baru dua minggu lalu, Takaichi dan Presiden Xi Jinping bertemu di pertemuan APEC dan janji mau menjaga hubungan yang “konstruktif dan stabil”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Disambut Hangat di Seoul

Rabu, 1 April 2026 | 10:54 WIB
X