Indonesia dan Australia Sepakati Perjanjian Bilateral Baru Terlait Keamanan Bersama

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 12 November 2025 | 19:22 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat menandatangani kepakatan  perjanjian bilateral baru terlait keamanan bersama./Foto: BPMI
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat menandatangani kepakatan perjanjian bilateral baru terlait keamanan bersama./Foto: BPMI

KLIKREAD.COM, Sydney - Indonesia dan Australia telah menyelesaikan negosiasi substansial mengenai perjanjian bilateral baru tentang keamanan bersama.

Hal itu diumumkan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Negeri Kangguru tersebut.

Menurut Albanese, perjanjian ini merupakan pengakuan dari kedua negara bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas adalah dengan bertindak bersama.

Baca Juga: Prabowo: Asia-Pasifik Tak Boleh Terima Perpecahan sebagai Takdir

Dia juga menyebutkan bahwa perjanjian ini menjadi era baru dalam hubungan Australia dan Indonesia.

"Hubungan Australia dengan Indonesia didasarkan pada persahabatan, kepercayaan, saling menghormati.

Dan komitmen bersama terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan kita," ujar Albanese dalam konferensi pers, Rabu 12 November 2025.

Baca Juga: Prabowo Dorong APEC Wujudkan Pertumbuhan Inklusif: Tak Ada Negara yang Ekonominya Tertinggal

Albanese mengatakan perjanjian ini sebagian besar didasarkan pada perjanjian keamanan penting yang ditandatangani oleh pemerintahan Perdana Menteri Paul Keating dan Presiden ke-2 Soeharto pada 30 tahun yang lalu.

Perjanjian ini akan dibangun berdasarkan perjanjian Lombok 2006 yang menegaskan kembali integritas dan kedaulatan wilayah Indonesia.

Perjanjian ini juga dibangun berdasarkan perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani bersama pada tahun lalu.

Baca Juga: Prabowo Minta Dukungan Selandia Baru Perkuat Skill Bahasa Inggris Pekerja Migran Indonesia

Dia mengatakan bahwa perjanjian ini akan memberikan komitmen untuk Australia dan Indonesia saling berkonsultasi di tingkat pemimpin dan menteri secara berkala mengenai masalah keamanan.

Hal ini untuk mengidentifikasi dan melakukan kegiatan keamanan yang saling menguntungkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Disambut Hangat di Seoul

Rabu, 1 April 2026 | 10:54 WIB
X