KLIKREAD.COM, Amerika Serikat - Kehadiran Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB, di New York, 27 September 2025 menjadi sorotan.
Alih-alih mendapat tanggapan positif dari banyak perwakilan dari berbagai negara di dunia, pidato PM Benjamin Netanyahu di sidang PBB tersebut diwarnai aksi walk out.
Dalam video yang diunggah pihak Kementerian Luar Negeri RI, sejumlah delegasi dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), negara Gerakan Non Blok, Kuwait, Iran, Pakistan, Malaysia, Turki, Kuba, termasuk Indonesia di dalamnya, kompak meninggalkan meja kursi sidang.
Baca Juga: Nasabah Semakin Nyaman Gunakan Layanan Digital Banking BRI
Aksi walk out sebagai ungkapan solidaritas tersebut dilakukan saat Benjamin Netanyahu memasuki aula utama.
Dalam video yang beredar viral, tampak terdengar suara sorakan menggema di ruang tempat sidang digelar.
Aksi walk out tesebut sebagai ungkapan protes dan kecaman atas sikap Israel terhadap warga Palestina khususnya yang berada di Gaza, atas serangan yang telah terus dilancarkannya hingga merengut banyak korban jiwa.
Baca Juga: Dibutuhkan Karyawan Pabrik Plastik bagi Lulusan SMA/SMK di PT Suntech Plastics Industries
Kabar walk out tersebut turut disampaikan Direktur Informasi dan media Kemenlu RI, Hartyo Harkomoyo, 27 September 2025.
"Indonesia dan banyak negara milih walk out saat Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB," ungkap Hartyo.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo dan PM Singapura Sepakat Dorong Solusi Damai untuk Konflik Gaza, Iran-Israel, dan Myanmar
Hasil Evakuasi WNI di Tengah Perang Iran dengan Israel, Pemerintah Pastikan Besok 29 WNI Tiba di Jakarta
47 Warga Gaza Dibantai Serangan Israel, Dan Bocah 15 Tahun Tewas Tertimpa Palet Bantuan
Berisiko Perburuk Krisis Kemanusian, Rusia Kecam Rencana Israel Okupasi Gaza
Desak Agresi ke Gaza Disetop, Ribuan Warga Israel Demo di Tel Aviv
Serangan Besar-besaran, Israel Peringatkan Warga Gaza City Mengungsi ke Selatan
Akibat Serangan Udara Israel di Gaza Kota Tewaskan 17 Warga Palestina