Komunitas Kembali Gelar Matra Pawon, Pertunjukan Seni Teater dan Film Dokumenter

photo author
Tim Klik Read 01, Klik Read
- Kamis, 9 Maret 2023 | 06:26 WIB
Para aktor dari Komunitas Kembali saat latihan teater Matra Pawon. (dok. pribadi)
Para aktor dari Komunitas Kembali saat latihan teater Matra Pawon. (dok. pribadi)

Baca Juga: Loker Terbaru di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Plant Cilegon untuk Mengisi 2 Posisi, Ini Persayaratannya!

Imaf M. Liwa sebagai sutradara mangatakan ”Matra Pawon merupakan pertunjukan tafsir atas interelasi Adang dalam tradisi hajat pernikahan di wilayah Serang Utara. Pertunjukan ini mencoba menarik beragam koordinat dan korelasi antar spasial objek-objek di dalam dapur hajatan pernikahan, membelah dan mendekonstruksi struktur baku adang dengan menampilkan peristiwa panggung secara acak, dinamis dan blabar.” 

Dalam pertunjukan ini penonton diingatkan kita orang timur selalu berkutat dengan mitos, leluhur, legenda, gotong royang, toleransi, dan saling membantu untuk kebersamaan. Dan Matra Pawon adalah wahana dan media untuk merenungkannya, bahwa kita sesungguhnya saling mengenal, menyayangi, menghormati, dan menghargai antarsesama. Ini penting di tengah era globalisasi dan modern yang mengajak dan membawa kita kepada sikap individualime dan egoist.

Baca Juga: Wilmar Group Unit Serang Buka Loker Terbaru, Tersedia Banyak Posisi, Lulusan SMK Bisa Melamar

Pertunjukan teater Matra Pawon yang akan digelar 11 Maret 2023 pukul 16.00 s.d. 21.00 di Lapangan Kantor Kecamatan Pontang Jl. Ciptayasa, Kubang Puji, Pontang, Serang, Banten, melibatkan banyak elemen, mahasiswa, pesilat, masyarakat  Pontang, dan pelaku adang.

Adapun Aktor yang terlibat adalah Ali Akbar, Fidelis K, Attarik, Mila Karisma, Ali Akbar, Novi Roudotuzzahroh, Wulan Deasari, Ilham, Amir, Ibu Mahpudah, Ibu Maryam, Ibu Sanawiyah, Artistik: Dindin, Pemusik: Badrussalam, Tb Tarnaya, Makhroji, Dokumenter: Akbar Yumni, Angga Neza, Novi Hermawati, Stage Manager: Rizki Ramlah.

Baca Juga: SAH! Hari Ini Rafael Alun Trisambodo Resmi Dipecat dari ASN Oleh Kemnkeu

Pemutaran Film Dokumenter Adang

Sebagai sebuah tradisi, Adang sendiri bukan sekedar mengandaikan solidaritas semata, namun juga ada ritual-ritual khusus di bagian-bagian prosesi Adang yang berhubungan dengan budaya agama Islam. Dan ritual-ritual khusus tersebut, mengandaikan semacam ‘dalang’ atau juru Adang yang menjadi jangkar terhadap para warga yang berpartisipasi di dalam proses Adang. Juru Adang pulalah yang biasanya membacakan bacaan khusus, seperti doa dalam Islam, yang mengiringi masing-masing prosesi memasak di dalam tradisi Adang.

Sebagai sebuah peristiwa, proses Adang banyak mengandaikan peristiwa proses memasak dalam menyiapkan hidangan para tamu dalam sebuah hajatan. Impresi dari prosesi memasak di dalam Adang sendiri selain semangat solidaritas warga dalam bahu membahu dalam menyiapkan hidangan dalam sebuah hajatan, juga mengandaikan suasana sensori sebagai sebuah ciri khas suasana di dalam proses Adang, seperti asap di dalam memasak, bau makanan, kelelahan, sampai dengan hal-hal yang ekspresi solidaritas yang tercermin di dalam tubuh dan wajah para partisipan Adang.

Baca Juga: Mengintip Desain Interior dan Eksterior Toyota Agya 2023, Bagian Ini Sebelumnya Hadir di Kijang Innova Zenix

Etnografi sensori dalam pendekatan film dokumenter yang dilakukan oleh Komunitas Kembali Serang ini merupakan usaha memberikan ‘pengalaman’ dan hal yang ‘real’, ketimbangan sebuah proses representasi yang bersifat informasi semata. Pendekatan etnografi sensori adalah usaha memberikan ‘pengalaman’ dan peristiwa yang ‘real’ kepada penonton, dengan berusaha memberikan hal-hal yang detal terhadap peristiwa-peristiwa di dalam proses Adang.

Berangkat dari memberikan impresi ‘pengalaman’ dan hal yan ‘real’, diharapkan memberikan pengalaman solidaritas pada Adang kepada para penonton, dan melihat sisi lain dari peristiwa Adang sebagai peristiwa yang berhubungan dengan memasak yang penuh dengan pengalaman sensori. Melalui hal yang sensori inilah diharapkan akan menjadi transformasi pengalaman kepada penonton, untuk menjadikan Adang sebagai sebuah tradisi yang penuh daya tarik dan kebersamaan dari para subyek dan objek yang hadir dalam tradisi yang jejaknya panjang di dalam masyarakat Serang.  

Baca Juga: PT Freeport Indonesia Buka Loker Terbaru Melalui Fresh Graduate Program 2023, Ini Link Daftarnya!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Jimmy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X