Bahaya Bila Membersihkan Knalpot dengan Masukkan Selang Air

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 23 April 2025 | 21:47 WIB
Ilustrasi. Bahaya bersihkan Knalpot pakai slang air./net
Ilustrasi. Bahaya bersihkan Knalpot pakai slang air./net

KLIKREAD.COM - Kotoran yang menumpuk pada knalpot selain bisa menimbulkan polusi juga dapat mengurangi performa karena aliran gas buang menjadi terhambat.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kerak atau sisa-sisa oli di dalam knalpot.

Misalnya untuk menghindari penumpukan kerak dengan memilih bahan bakar beroktan tinggi, atau melepasnya dan membakar bagian dalam knalpot dengan bensin agar kotoran terbakar.

Namun cara terbaru membersihkan knalpot.Menyemprotkan air melalui selang yang dimasukkan ke dalam lubang knalpot.

Baca Juga: Segera Ganti Oli Guna Hindari Terjadi Gigi Transmisi Slip

Setelah itu mesin dinyalakan dan gas digeber-geber, lalu keluarlah air dengan membawa kotoran dan sisa-sisa pembakaran yang menempel di dalam knalpot.

Amankah model pembersihan dengan memasukkan selang air ke dalam knalpot?

Menurut Parktisi Otomotif Bambang Supriyadi, membersihkan kotoran dengan cara tersebut tidak direkomendasikan karena dapat membawa masalah.

Air yang disemburkan selang bisa masuk sistem pembakaran mesin dan konsekuensinya setang piston akan bengkok.

Baca Juga: Begini Tips Cara Merawat Cakram Motor agar Tetap Optimal

Sementara dampak buruk lainnya adalah merusak catalytic converter jika knalpot mobil telah dilengkapi alat ini.

“Untuk tipe mesin yang belum memakai catalytic converter, bila tekanannya besar maka pada saat katup buang terbuka dapat menyebabkan air masuk ke ruang masin yang dapat menyebabkan water hammer.

Kalau tipe mesin yang sudah memakai cataylitic converter dapat megakibatkan kerusakan pada parts tersebut,” ungkap Bambang.

Baca Juga: Jangan Sesekali Pakai Cairan Anti Bocor Malah Bikin Ban Jadi Bocor

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X