KLIKREAD.COM, Jakarta - Martin Zubimendi, gelandang Arsenal, menyatakan bahwa cedera pemain kunci diyakini menjadi faktor utama kegagalan tim dalam meraih gelar Premier League selama tiga musim terakhir.
Arsenal kembali menjadi runner-up di musim lalu, tertinggal 10 poin dari Liverpool yang keluar sebagai juara.
Zubimendi mengungkapkan bahwa kehilangan pemain seperti Bukayo Saka dan Martin degaard berdampak besar pada kemampuan tim dalam menciptakan peluang dan menjaga konsistensi permainan.
Baca Juga: Bersikap Santai dan Terbuka untuk Ramalan Zodiak Gemini Senin, 13 Oktober 2025
"Masalahnya adalah cedera. Ketika ada yang cedera, tim jadi goyah," kata Zubimendi.
Musim panas lalu, Arsenal memperkuat skuad dengan merekrut beberapa pemain baru. Namun, Zubimendi tidak melihat perubahan besar dalam skuad tim.
"Lini tengah Arsenal sudah sangat kuat," ujarnya.
Baca Juga: Anda Cenderung Melakukan Kesalahan untuk Ramalan Zodiak Aries Senin, 13 Oktober 2025
Zubimendi juga berbagi pengalamannya beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris yang berbeda dari Spanyol.
"Di sini, mentalitasnya adalah 'jadi laki-laki'. Duel harus keras," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya situasi bola mati dalam sepak bola Inggris, yang sering kali menjadi pembeda besar dalam pertandingan.
Baca Juga: Bendungan Jatigede Objek Wisata Menyimpan Legenda Rakyat Sangkuriang
"Banyak gol datang dari bola mati, dan itu sering membuka jalannya pertandingan," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Tottenham Menang 3-0 atas West Ham, Thomas Frank: Kemenangan yang Layak
Alex Marquez: Marc Marquez Masih Lebih Cepat dari Semua Rivalnya
Neyser Villarreal Memilih Cruzeiro, Bukan Klub Eropa
Cristiano Ronaldo Membela Joao Felix
Eric Cantona Tolak Kehadiran Israel di Piala Dunia 2026
Mikel Merino: Arsenal Siap Tandingi Manchester City
Grimaldo Buka Suara tentang Gagalnya Transfer ke Barcelona
Chelsea Bertekad Menang Lawan Liverpool, Enzo Maresca Optimis
Pembalap Marc Marquez Terjatuh di Sirkuit Mandalika Lombok, Begini Kondisinya
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Curhat Kurang Tidur Usai Tumbang dari Arab Saudi