riau

​Bupati Siak Janjikan Beasiswa S1 untuk Rahmat Setiawan, Pemuda Perawang Penguji Keamanan Sistem NASA

Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:48 WIB
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli. Saat bertemu Rahmat memberikan apresiasi serta saling membagikan pengalaman. (Humas MC Riau)

KLIKREAD.COM, SIAK — Di balik gemuruh mesin pemotong rumput yang disandangnya setiap hari, Rahmat Setiawan menyimpan dunia yang jauh berbeda di kepalanya.

Pemuda berusia 27 tahun asal Perawang, Kabupaten Siak, Riau ini membuktikan bahwa batas latar belakang tak pernah mampu memadamkan pendar bakat dan rasa ingin tahu.

​Di tengah kesibukannya sebagai pekerja pemotong rumput outsourcing di salah satu perusahaan di Siak, alumni SMK YPPI Tualang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini secara konsisten mengasah kemampuannya di bidang keamanan siber secara otodidak sejak 2021.

Buah ketekunan dari balik layar komputer sederhana itu kini bergema hingga ke tingkat internasional: namanya resmi tercatat dalam NASA Hall of Fame.

Baca Juga: OJK dan Satgas PASTI Kepri Berantas Praktik Jasa Penyelesaian Pinjol Ilegal serta Jual-Beli Kendaraan

​Pengakuan bergengsi dari lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut diraih setelah laporan Rahmat mengenai celah kerentanan sistem melalui Vulnerability Disclosure Program milik NASA diverifikasi dan dinyatakan valid.

Tak hanya NASA, ketajaman analisis siber pemuda lokal ini rupanya juga pernah membuahkan apresiasi dari raksasa teknologi dunia, Google.

​Kisah inspiratif ini menarik perhatian langsung dari Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli. Saat bertemu di hadapan Pemkab Siak, Rahmat membagikan pengalamannya termasuk bagaimana ia tetap memegang teguh etika siber meski sempat mendapat berbagai tawaran untuk meretas sistem perbankan.

​"Anak muda luar biasa, cuma pemotong rumput, tapi bisa mendapat penghargaan dari NASA dan Google, raksasa teknologi dunia," ungkap Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca Juga: Pemko Batam Rencanakan Jalan Lingkar 43,14 Km Beranggaran Rp799,5 Miliar

​Melihat potensi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan merencanakan beasiswa pendidikan S1 agar Rahmat dapat terus mengembangkan bakatnya di jalur yang tepat dan positif.

​Perjalanan Rahmat Setiawan menjadi pengingat berharga bahwa talenta digital unggul tak selalu lahir dari gedung perkuliahan megah atau perkantoran teknologi tinggi. Kadang.

Ia tumbuh subur dari ketekunan di sudut daerah, membuktikan bahwa kerja keras dan niat baik mampu membawa seseorang dari petak rumput lokal menuju panggung apresiasi dunia.***

Tags

Terkini