Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia serta berada di jalur perdagangan internasional, Batam dituntut memiliki infrastruktur yang memadai dan wajah kota yang representatif.
Baca Juga: Gelar Gerai Pangan, Pemko Tanjungpinang Buka Akses Pasar Petani Binaan DPPP
“Jangan sampai ketika wisatawan atau investor datang ke Batam, mereka melihat ketimpangan yang mencolok.
Kita harus menunjukkan bahwa Batam adalah kota yang terurus, maju, dan siap bersaing.
Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan nyata yang diberikan hari ini,” katanya.
Amsakar juga menegaskan komitmen Pemko Batam dan BP Batam dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.
Menurutnya, keberadaan perusahaan-perusahaan besar di Batam memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja.
Dan juga penurunan angka pengangguran.
Ia menyebutkan, berbagai indikator makro menunjukkan perkembangan positif Kota Batam.
Nilai investasi tercatat tumbuh hingga 125 persen dalam setahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Batam juga mencapai 6,78 persen, melampaui rata-rata nasional.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,3 menjadi 83,8 dan menempatkan Batam pada peringkat kelima tertinggi di Sumatera.
Baca Juga: Perda PSU Perumahan Diyakini Wujudkan Kawasan Hunian Layak Berkualitas
“Semua capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha.
Pemerintah menjaga iklim investasi tetap kondusif, sementara dunia usaha turut berkontribusi melalui program CSR. Inilah bentuk sinergi yang saling menguatkan,” ucapanya.