KLIKREAD.COM, Bintan - Ratusan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Provinsi Kepri mengaku resah setelah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti beroperasi.
Seperti pengakuan relawan SPPG dari Kabupaten Bintan sangat merasakan dampak penghentian operasional tersebut.
Menurutnya, pendapatan yang biasa diterima kini terhenti sepenuhnya.
Baca Juga: Fenomena Super New Moon, BMKG Imbau Masyarakat Pesisir di Kepri Lebih Waspada Terhadap banjir Rob
Ia mengaku selama SPPG masih beroperasi, dirinya bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp1,3 juta setiap dua pekan kerja.
Karena setiap hari dirinya dibayar upah kerja sekitar Rp110.000 saat masuk kerja.
Pendapatan tersebut berasal dari upah harian yang diterima saat menjalankan tugas sebagai relawan.
Baca Juga: Pemko Batam akan Bangun Pos Damkar Baru dari Lahan Hibah Kawasan Industri Tunas Prima
Ia berharap SPPG secepatnya beroperasi kembali agar bisa menambah dan membantu ekonomi di keluarga.
Tak hanya relawan SPPG Bintan saja yang mengku resah, namun di sejumlah daerah seperti di Batam para relawan ini mengaku prustasi.
Berdasrkan keterangan Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, sebanyak 53 SPPG di kota Batam menghentikan operasional dapur dan layanan Program MBG untuk sementara waktu.
Baca Juga: Koarmada RI Gagalkan Upaya Penyelundupan Logam Tanah Jarang di Perairan Batam
Defri Frenaldi mengatakan penghentian sementara layanan tersebut terjadi karena SPPG menunggu pencairan anggaran untuk masuk ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG.
Ia mengatakan pada awal pekan jumlah SPPG yang menghentikan operasional mencapai lebih dari 55 unit.***