Di atas tanah beradat Melayu ini, kita hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati," ujarnya.
Menurut Nyanyang, keharmonisan dan toleransi yang tumbuh di Kepulauan Riau bukan sekadar konsep.
Nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang dipraktikkan setiap hari.
Karena itu, ia berharap momentum Sannipata Waisak dapat semakin memperkuat persaudaraan lintas agama yang selama ini terjalin baik di Kepulauan Riau.
"Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kokohnya kerukunan di Kepri," jelasnya.
Baca Juga: Polresta Barelang Intensifkan Pengamanan KRYD Selama Libur Hari Raya Idul Adha dan Waisak 2026
Lebih lanjut, Nyanyang berharap perayaan tersebut memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Salah satunya melalui penguatan spiritualitas yang mampu mendorong lahirnya energi positif dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, momentum kebersamaan ini diharapkan semakin meningkatkan keharmonisan sosial dan mempererat kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kepulauan Riau.
Ia juga berharap suasana damai yang dirasakan dalam perayaan Waisak dapat dibawa ke lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Terima Laporan 110, Satlantas Polresta Barelang Berikan Pertolongan Korban Laka Lantas di Bengkong
Dengan demikian, kedamaian tersebut dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga kondusivitas daerah.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kepri, Nyanyang mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhasakara kepada seluruh umat Buddha di Kepulauan Riau.
"Mari kita terus berjalan bersama, saling menghormati, dan bergotong royong untuk membangun Kepulauan Riau yang maju, berbudaya, dan sejahtera," tutupnya.
Baca Juga: Polresta Barelang Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Program Swassembada Pangan Nasional 2026