kepri

Cegah TTPO dan Perlindungai PMI, Li Claudia Dorong Penguatan Sinergi Antar Lembaga

Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:30 WIB
Plh Walikota Batam Li Claudia Chandra menandatangani prasasti Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran di Kota Batam. (Foto:Diskominfo Batam)

 

KLIKREAD.COM, Batam - Plh Walikota Batam Li Claudia Chandra, mendorong penguatan sinergi antarlembaga dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Batam.

Hal itu disampaikan Li Claudia saat menghadiri peresmian Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran yang digelar Caritas Indonesia di Kota Batam, Jumat 29 Mei 2026 kematin.

Peresmian Gedung Sentrum Caritas Kota Batam tersebut dirangkaikan dengan lokakarya yang bertujuan memperkuat kolaborasi dalam perlindungan pekerja migran dan penanganan korban kekerasan.

Baca Juga: Tingkatkan Kebersamaan dan Kesehatan Personel, Polresta Barelang Laksanakan Senam Aerobik Bersama

Dalam sambutannya, Li Claudia mengapresiasi kehadiran pusat pelayanan tersebut yang dinilai menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Menurutnya, Caritas Indonesia selama ini aktif bergerak dalam pelayanan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada perlindungan pekerja migran.

“Kehadiran pusat latihan kerja sekaligus pusat informasi ini merupakan langkah nyata dan strategis.

Baca Juga: Wakapolresta Barelang Hadiri Peresmian Gedung Sentrum Caritas, Komitmen Cegah TPPO dan Lindungi Pekerja Migran

Pemerintah menyambut baik serta mengapresiasi Caritas Indonesia yang turut membantu memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Li Claudia mengatakan, sebagai kawasan strategis dan pintu gerbang internasional, Kota Batam menghadapi tantangan besar.

Terkait persoalan pekerja migran, korban TPPO, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga: Polresta Barelang Klarifikasi Informasi Viral, Luka Korban Ternyata Akibat Perbuatan Sendiri

Karena itu, ia menilai penanganan persoalan tersebut memerlukan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun lembaga sosial dan kemanusiaan.

“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam dapat dilakukan bersama-sama,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini