Pelindo Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

photo author
Oppy Afio, Klik Read
- Selasa, 26 Mei 2026 | 15:13 WIB
Pelindo melakukan Soft Operational Launching NTAA (Nipah Transfer Anchorage Area) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, sebagai langkah awal pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa, Senin 25 Mei 2026.
Pelindo melakukan Soft Operational Launching NTAA (Nipah Transfer Anchorage Area) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, sebagai langkah awal pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa, Senin 25 Mei 2026.

KLIKREAD.COM, – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melakukan Soft Operational Launching NTAA (Nipah Transfer Anchorage Area) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, sebagai langkah awal pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa. 

Pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut atas pemberian izin konsesi oleh Kementerian Perhubungan kepada Pelindo pada 6 Mei 2026 untuk penyediaan, dan kegiatan pengusahaan kepelabuhanan di area konsesi Perairan Nipa.

Baca Juga: Sambut Hari Raya Idul Adha, Malam Ini Pemko Batam Gelar Pawai Takbir Akbar dan Pawai Mobil Hias

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa pengoperasian NTAA menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Indonesia pada jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Malaka yang merupakan salah satu rute perdagangan laut tersibuk di dunia.

“Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran utama dunia yang memiliki posisi sangat strategis dalam perdagangan global. Dengan lokasi geografis yang dimiliki Indonesia, sudah seharusnya kita mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem layanan maritim internasional, tidak hanya menjadi negara lintasan, tetapi juga menjadi penyedia layanan maritim yang kompetitif dan bernilai tambah,” kata Achmad.

Baca Juga: Sinergi Lintas Instansi, Lapas Batam Pastikan Lingkungan Pemasyarakatan Aman dan Kondusif

Selat Malaka diketahui menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan, serta dilalui ribuan kapal internasional setiap tahunnya. 

Posisi tersebut menjadikan kawasan ini berkembang sebagai pusat berbagai aktivitas layanan maritim internasional, termasuk layanan alih muat antar kapal atau ship to ship transfer (STS).

Baca Juga: Kemenhub Apresiasi Batam Dinilai Progresif Bangun Transportasi Publik Secara Mandiri

Menurut Achmad, pengembangan layanan di Perairan Nipa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kehadiran nasional di jalur perdagangan global, sekaligus meningkatkan daya saing sektor maritim nasional.

“Pengembangan NTAA bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik dan perdagangan internasional. Kami berharap keberadaan layanan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas maritim nasional,” lanjutnya.

Baca Juga: Kerjasama Hyundai dan TVS Kini Siapkan Bajay Listrik Roda Tiga Super Canggih

Layanan kepelabuhanan di sana antara lain layanan alih muat antar kapal atau Ship to Ship Transfer (STS), pelayanan kapal, serta layanan floating storage. 

Pelindo akan mengembangkan pendukung operasional sesuai dengan standar keselamatan dan layanan internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Oppy Afio

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X