Ia juga memahami tantangan operasional sejumlah perusahaan migas, termasuk lokasi eksploitasi yang jauh dan kompleksitas pekerjaan di lapangan.
Baca Juga: Hadir di Sosialisasi KKI dan E-Katalog, Pemko Batam Percepat Transformasi Digital Keuangan Daerah
Namun demikian, Pemprov Kepri tetap berkomitmen memfasilitasi agar PI dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi daerah.
Terkait program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Ansar berharap pola kerja sama yang dibangun dapat lebih diarahkan pada kebutuhan masyarakat setempat, khususnya di Natuna dan Anambas.
“Program CSR ke depan bisa lebih disinergikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kita berharap suatu saat anak-anak tempatan Natuna dan Anambas juga dapat ikut terlibat dan mendampingi dalam industri migas di daerahnya sendiri,” tutup Ansar.
Baca Juga: Tahun 2026, Pemko Batam Targetkan Pendapatan PBJT Sektor Tenaga Listrik Rp437,4 Miliar
Adapun hadir dalam pertemuan ini rombongan SKK Migas dipimpin Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison.
Hadir juga perwakilan sejumlah perusahaan KKKS yang beroperasi di wilayah Natuna dan Anambas.
Dan juga perwakilan dari Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna Ltd., serta West Natuna Exploration Ltd.
Sebelum pertemuan berlangsung, Gubernur Ansar turut mendampingi rombongan SKK Migas mengunjungi Pulau Penyengat sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja di Provinsi Kepri.***