kepri

Gubernur NTT Kembangkan Kawasan FTZ Merujuk Rancangan Diterapkan Kota Batam

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:29 WIB
Walikota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, menerima kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor WalikKota Batam. (Foto:Diskominfo Batam)

KLIKREAD.COM, Batam - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, akan merancang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) merujuk pada Kota Batam.

Hal ini terungkap saat Gubernur NTT bersama rombongan melakukan kunjungan kerja (kunker)/ studi tiru ke Pemko Batam, Senin 11 Mei 2026 kemarin.

Rombongan Pemerintah Provinsi NTT ini disambut langsung Walikota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra.

Baca Juga: Penderita ODHIV di Tanjungpinang Capai 1.000 Orang, Wawako Tegaskan Penanganan Harus Jadi Prioritas Bersama

Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif melalui dialog mengenai pengembangan FTZ, investasi, konektivitas antarpulau, hingga peluang kerja sama ekonomi antara Batam dan NTT.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT menyampaikan pemerintah pusat tengah merancang pengembangan NTT sebagai kawasan FTZ.

Menurutnya, posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat dengan Australia menjadi potensi strategis untuk pengembangan ekonomi kawasan.

Baca Juga: Realisasi Investasi Batam Capai Rp17,4 Triliun, Walikota Batam Sebut Kepercayaan Investor Domestik dan Asing Meningkat

“Kami ingin belajar dari Batam yang sudah lama menjadi kawasan FTZ dan terbukti memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu kami datang untuk mendengar langsung pengalaman Batam,” ujar Emanuel.

Ia juga menanyakan berbagai strategi Batam dalam menarik investasi dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

Menanggapi hal tersebut, Amsakar menjelaskan keberhasilan kawasan FTZ tidak hanya ditentukan oleh status kawasan.

Baca Juga: Andalkan Wisata Budaya dan Sejarah, Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Triwulan I 2026 Naik 3,98 Persen

Tetapi juga oleh kemudahan regulasi dan pelayanan investasi yang cepat serta efisien.

Halaman:

Tags

Terkini