Selanjutnya, industri kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, serta sektor jasa lainnya sebesar 17,70 persen.
Adapun sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berkontribusi sebesar 13,09 persen.
Baca Juga: Tutup Turnamen Basket Antar Pelajar, Lis Optimis Tanjungpinang Jadi Gudang Atlet Basket di Kepri
Komposisi tersebut menunjukkan arah pembangunan Batam yang semakin mengarah pada penguatan industri modern dan ekosistem bisnis terpadu.
Selain mencatat pertumbuhan tinggi, Batam juga menjadi kontributor utama investasi di Provinsi Kepulauan Riau.
Dari total realisasi investasi Kepri sebesar Rp23,8 triliun pada periode yang sama, Batam menyumbang sekitar 73,5 persen.
Amsakar menegaskan capaian tersebut memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi strategis di wilayah barat Indonesia.
Baca Juga: Peringatan Hardiknas 2026 di Batam Dimeriahkan 5.120 Pelajar dengan Tari Zapin Massal
“Batam terus menunjukkan kemampuan dalam menarik investasi sekaligus mempercepat realisasinya secara produktif.
Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja,” ucapnya.***