Sehingga memudahkan membantu mereka guna terhubung lebih luas dengan dunia luar.
"Diharapkan melalui kegiatan ini juga terbangun semangat kebersamaan lintas generasi dan menjadi jembatan kemajuan pendidikan dan digitalisasi antara Provinsi Kepulauan Riau dan Jepang," jelasnya.
Baca Juga: Digelar 27 April 2026, Wawako Tanjungpinang Ajak Masyarakat Meriahkan MTQH di Melayu Square
Ditambahkan, Provinsi Kepri dengan Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan, kota industri, pariwisata.
Dan juga sebagai gerbang investasi karena memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional.
Di sisi lain Provinsi Kepri juga dihadapi beberapa tantangan.
Diantaranya peningkatan kualitas SDM lokal terutama generasi muda untuk bisa terus dan mampu bersaing di era global.
"Juga dengan penguatan pariwisata berbasis budaya Melayu yang menjadi identitas Kepri.
Demikian pula diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada sektor manufaktur," pinta Wagub Nyanyang.
Kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa tinggi nilai-nilai seni, budaya dan kemanusiaan dijunjung.
Kegiatan seperti ini dinilainya, sangat penting untuk menjaga jiwa bangsa agar tetap hidup dan berpijar.
Baca Juga: Kebijakan WFH bagi ASN, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar
"Karenanya Pemerintah Provinsi Kepri akan terus berupaya menjawab tantangan tersebut melalui berbagai program strategis.
Diantaranya melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan ekonomi, " pungkasnya.