kepri

Duta Ayo Jadi Penulis JMSI Kepri , Nada Salsabila Kamil: Dari Lab ke Puncak Literasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:27 WIB
Duta Ayo Jadi Penulis JMSI Kepri , Nada Salsabila Kamil: Dari Lab ke Puncak Literasi

 

KLIKREAD.COM, Batam – Nada Salsabila Kamil, siswi kelas XI jurusan Analisis Pengujian Laboratorium (APL) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kota Batam, berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih gelar Duta Ayo Jadi Penulis dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) serta memiliki lima novel yang telah diterbitkan secara nasional.

Nada telah menerbitkan empat novel sebelumnya yaitu Antagonis Couple, Depresi, Sisi Gelap, dan Father, serta novel kelimanya berjudul Riana. Semua karyanya diterbitkan oleh penerbit Androcenta dan Chars Publishing.

Dalam undangan wawancara podcast di RRI Batam, yang diikuti ayahnya Muhammad Kamil, Wakil Kepala Sekolah Bidang Bimbingan Kesiswaan Reny Tri Susanti, dan dipandu oleh host Bedi Prabu, Nada mengungkapkan rasa bahagianya bisa mencapai target yang telah ditetapkan sejak masuk SMKN.

Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Aquarius Kamis, 21 Januari 2026: Anda Cenderung Melakukan Kesalahan

“Tentunya senang, karena bisa mendapatkan apresiasi dari penerbit, sekolah, seluruh media lokal Kepulauan Riau, dan juga RRI. Alhamdulillah bisa membanggakan kedua orang tua, keluarga, serta sekolah lewat karya-karya novel yang sudah terbit,” ucapnya, usai wawancara podcast di RRI Batam, Rabu 21 Januari 2026.

Menurut Nada, keberhasilan itu diraih melalui pola membaca dari sumber positif dan penggalian informasi melalui media sosial, diikuti dengan bimbingan dari orang tua, teman, dan senior, serta latihan terus-menerus dengan berbagai referensi.

“Jika nantinya cita-cita menjadi dokter tercapai, saya akan terus menulis hingga menjadi penulis terkenal seperti Tere Liye dan Ita Karin,” pungkasnya.

Baca Juga: UMRAH Lepas 315 Mahasiswa KKN ke Desa-Desa di Kabupaten Bintan

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 4, Mukti, melalui wakil kepala sekolah Bidang Kesiswaan, Reny Tri Susanti, menyampaikan apresiasi dan harapan terbaik buat ananda Nada.

“Kedepanya Nada tetap harus jadi siswi berprestasi dalam menulis, tapi jangan tinggalkan ilmu yang harus diselesaikan di sekolah," ujar Reny

Semoga siswa-siswi lain mengikuti jejak Nada, dan karya-karyanya bisa dituangkan dalam bentuk animasi atau karya tulis lainnya. Insya Allah sekolah akan selalu mendukung,” tutup Reny. ***

Tags

Terkini