Ibu Riana Manurung menjawab, dikarenakan negara kita Indonesia merupakan negara hukum, maka legalitas administratif adalah pintu gerbang utama.
Validitas dokumen adalah syarat mutlak agar sebuah organisasi diakui keberadaannya oleh negara. Namun, kami setuju bahwa legalitas saja tidak cukup, harus ada akuntabilitas kinerja.
Baca Juga: PWI Kota Batam Kali Ini Giatkan Generasi Literat di Pulau Penawar Rindu
Oleh karena itu, Kesbangpol menerapkan mekanisme pembinaan dan evaluasi berkala. Indikator organisasi yang sehat bagi kami adalah kedisiplinan dalam menyerahkan laporan kegiatan setiap 6 bulan.
Laporan ini bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan instrumen bagi kami untuk menilai: Apakah organisasi ini aktif?
Apakah programnya menyentuh masyarakat dan membantu visi pemerintah?
Baca Juga: Polresta Barelang Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel
Organisasi yang terbukti sehat secara administrasi dan berdampak nyata dalam program kerjanya, akan kami berikan dukungan penuh.
Bahkan, laporan kinerja tersebut menjadi dasar pertimbangan kami untuk memberikan stimulan berupa dana hibah atau bantuan operasional, agar program mereka dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Diskusi kemudian berlanjut ketika salah satu mahasiswa IPMKOB-Pekanbaru meminta masukan dan pendapat terkait keberadaan paguyuban mahasiswa seperti IPMKOB-Pekanbaru yang selama ini menjalankan program kerja tanpa dukungan anggaran pemerintah dan menggunakan dana pribadi anggota.
Baca Juga: BP Batam Catat Capaian Positif, Siapkan Lompatan Pembangunan 2026
Mahasiswa tersebut juga menanyakan apakah langkah tersebut sudah tepat serta memohon motivasi dari Kepala Kesbangpol.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Riama Manurung menyampaikan, “Adik-adik sudah mengambil langkah yang sangat positif dengan memilih berorganisasi daripada hanya diam. Tidak semua mahasiswa memiliki keberanian dan kemauan seperti itu. Ibu berharap adik-adik terus berkegiatan dengan semangat, menjaga nama baik daerah, menjaga kebersamaan, dan terus memberikan manfaat.” ujarnya.
Terkait pendanaan, beliau menyampaikan, Ibu memahami bahwa banyak organisasi mahasiswa yang berjalan tanpa anggaran pemerintah dan mengandalkan dana pribadi.
Baca Juga: Viral Sopan Kepala Dusun di Lampung Mirip Presiden Prabowo