Baca Juga: Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Selamatkan 3.414 Jiwa
Melalui pelatihan literasi dan jurnalistik, kami mencari pemantik, percik kecil yang mampu menghangatkan dinginnya angka, menggeser posisi yang terlalu lama tertahan di barisan paling belakang.
Lalu mengobarkan kembali semangat membaca dan keberanian berpikir.
Semangat Tim Pendidikan PWI Kota Batam selama kegiatan telah menjambangi sejulah sekolah diantaranya SMPN 2h6 Batam, SMPN h60, SMPN 52, SMPN 22, dan SMPN 30 Batam
Kali ini PWI Kota Batam mengetuk pintu sekolah bercat biru berada di Pulau Penawar Rindu pada Kamis, 15 Januari 2026.
Baca Juga: Dunam Cup 2026 Digelar, SMPN 26 Batam Undang Siswa se-Kota Batam Berkompetisi
Warna yang dipilih dengan kesadaran oleh Sri Rahayu, seorang pendidik bergelar sarjana, pemimpin yang tak berdiri di atas menara, melainkan berjalan di tengah.
Ia memimpin dengan kebersamaan, menjadi lilin yang rela membakar dirinya sendiri agar ruang di sekitarnya tak tenggelam dalam gelap.
“Kenapa dinding sekolah kami biru?”
“Karena Biru adalah judul cerpen pertama saya,” ucap Sri dengan lembut.
Baca Juga: BP Batam Tinjau Distribusi Air Bersih di Bengkong Harapan II, Warga Harap Masalah Teratasi
Sri Rahayu, Kepala SMP Negeri 1 Batam, menenun keteladanannya bukan lewat sorotan, melainkan dari huruf-huruf sunyi yang dirangkai para pendidik di sekitarnya.
Dalam kebersamaan, ia dan para penabur hikmah di SMPN 1 laksana mawar dan vas cantik, saling menopang, saling melindungi, dan saling memberi makna.
Mereka tahu bagaimana menjadi pelita bagi sahabat seperjalanan di setapak panjang dunia pendidikan.
Di ruang laboratorium, bangku dan meja disusun membentuk huruf U, sebuah formasi yang memeluk narasumber di tengahnya.