KLIKREAD.COM, Batam - Berbagai lembaga survai dunia telah menempatkan anak-anak Indonesia berada di deretan terbawah dalam survai literasi.
Memang sungguh miris, budaya literasi atau membaca generasi Indonesia hanya 0,001 persen.
Dengan demikian dari 1.000 generasi Indonesia hanya 1 orang yang benar-benar suka membaca.
Melihat dari survai tersebut literasi remaja Indonesia benar-benar berada jauh di barisan belakang, seratus dari dua ratus negara.
Baca Juga: Polresta Barelang Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel
Angka itu bukan sekadar statistik yang dingin, melainkan tanda tanya besar yang lama menggantung di ruang-ruang kelas, menunggu keberanian untuk menjawabnya.
Dari kegelisahan itulah langkah PWI Kota Batam bermula, mengetuk pintu-pintu sekolah menengah pertama (SMP).
Yakni melalui kegiatan Pelatihan Literasi dan Jurnalistik, mencari cahaya, menyalakan api kecil bernama literasi.
Dalam setiap perjalanan itu, sekantong harapan selalu ikut dibawa.
Baca Juga: BP Batam Catat Capaian Positif, Siapkan Lompatan Pembangunan 2026
Harapan yang tak pernah ditinggalkan di ambang pintu sekolah, melainkan dipeluk pulang, lalu disemai kembali pada hari-hari berikutnya.
Sebagai organisasi profesi kewartawanan, kami menyadari sepenuhnya bahwa rendahnya literasi bukan semata perkara murid dan guru.
Ia juga menjadi tanggung jawab kami, para pengabdi kata, yang hidup dari membaca, menulis, dan kesetiaan pada kebenaran serta fakta.
Maka pintu-pintu sekolah di penjuru kota Batam, bahkan hingga ke ujung pulau, tak luput kami ketuk.