Menurut Nyanyang, peluncuran PLTS Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur Laut ini, tidak hanya sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju kemandirian desa.
Selain memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, keberadaan PLTS akan mendukung aktivitas ekonomi koperasi, seperti pengoperasian ice maker dan cold storage bagi nelayan.
“Dengan fasilitas ini hasil tangkapan nelayan akan meningkat, pendapatan masyarakat menjadi lebih baik, dan kemandirian ekonomi berbasis gotong royong dapat terwujud,” jelasnya.
Nyanyang juga melaporkan bahwa Rasio Elektrifikasi Provinsi Kepri terus mengalami peningkatan.
Hingga Triwulan III Tahun 2025, rasio elektrifikasi Kepri telah mencapai 99,21 persen.
Capaian ini kata Nynyang, turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri yang pada Triwulan III Tahun 2025 tercatat sebesar 7,48 persen year-on-year, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.
“Ketika listrik menyala di pulau-pulau, ekonomi akan bergerak dan kebahagiaan masyarakat akan meningkat,” tambahnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kepulauan Riau, Nyanyang menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI atas kepercayaan menjadikan Kepri sebagai pilot project peluncuran PLTS Koperasi Merah Putih.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina New & Renewable Energy (NRE) yang telah menghadirkan solusi energi terbarukan bagi masyarakat kepulauan.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara hingga ke pulau terdepan,” tutup Nyanyang.
Kegiatan peluntusan PLTS ini turut dihadir Dirut PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, Komisaris Utama PT Pertamin, Mochamad Iriawan beserta jajaran Pertamina NRE, dan Ketua DPRD Provinsi Kepri Iman Sutiawan.
Serta Waliota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, serta tamu undangan lainnya.***