kepri

Warga Tanjung Banun Terima Bantuan Perbekalan dan Santunan Rumah Penuh dari Pemerintah

Senin, 22 Desember 2025 | 12:02 WIB
Warga Tanjung Banun Terima Bantuan Perbekalan dan Santunan Rumah Penuh dari Pemerintah

 

KLIKREAD.COM, Batam - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal, di Tanjung Banun, Minggu, 21 Desember 2025.

Bantuan dan santunan ini, diserahkan secara simbolis oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (RI), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Adapun bantuan perbekalan, terdiri dari alat sandang, peralatan tidur, peralatan dapur, alat pertukangan, peralatan pertanian, jaring nelayan hingga perlengkapan rumah tangga.

Baca Juga: Anda Mendapat Pengakuan yang Baik untuk Ramalan Zodiak Pisces Selasa, 23 Desember 2025

Sementara santunan nilai rumah asal adalah pemberian santunan secara penuh terhadap rumah warga sebelumnya, sesuai dengan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Sebagai contoh, jika sebelumnya rumah warga transmigrasi nilainya Rp200 juta dari hasil penilaian KJPP dan kemudian diberikan rumah relokasi senilai Rp130 juta.

Sehingga masyarakat transportasi hanya mendapatkan uang ganti rugi Rp70 juta, yang merupakan sisq dari nilai rumahnya.

Baca Juga: Mental yang Tak Seimbang Mengganggu Anda untuk Ramalan Zodiak Aquarius Selasa, 23 Desember 2025

Namun saat ini, uang Rp130 juta tersebut dikembalikan ke warga penerima rumah relokasi.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pemberian santunan secara penuh untuk rumah warga ini merupakan usulan dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pemberian santunan nilai rumah secara penuh itu disetujui bersama.

Baca Juga: Lowongan Kerja Dibutuhkan untuk Posisi Sebagai Staf Logistik di PT VPower Operation Services di Batam

"Membangun Tanjung Banun ini bukan lagi soal relokasi, ini adalah soal menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan masa depan dan memindahkan kehidupan untuk kesejahteraan yang lebih baik," ujar Iftitah.

Halaman:

Tags

Terkini