Pada minggu pertama Desember 2025, sebanyak 36 provinsi mengalami kenaikan IPH.
Sementara dua provinsi lainnya mencatat penurunan. Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras masih menjadi pemicu utama IPH karena sensitif terhadap faktor cuaca dan distribusi.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Elfiani Sandri usai hadir pada rakor hybrid tersebut, menyatakan bahwa rakor ini penting sebagai langkah evaluasi dan penyusunan strategi bersama.
"Dengan keterpaduan langkah pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan inflasi Kota Tanjungpinang dapat tetap terkendali.
Selain itu, pemerintah Kota Tanjungpinang juga terus berkomitmen menjaga kestabilan harga melalui monitoring harga harian, pelaksanaan pasar murah.
Serta juga menjaga pasokan komoditas pangan tetap tersedia", ujar Elfiani.
Pemerintah Kota Tanjungpinang kata dia, terus memperkuat koodinasi perangkat daerah terkait bersama pemerintah pusat dan daerah.
Serta mematangkan langkah antisipatif demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Natal dan akhir tahun, serta tahun baru (Nataru).***