KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap, hasil rumusan pemetaan warisan budaya takbenda di Kota Lama Tanjungpinang dan Pulau Penyengat dapat dukungan penuh semua pihak.
Rumusan tersebut dari hasil The International Workshop on Historic Urban Landscape (HUL), berupa Mapping Intangible Heritage yang berlangsung sejak 30 November 2025.
Dan resmi ditutup di Gedung Dekranasda Kepri, kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kamis 4 Desember 2025.
Kegiatan ini memaparkan hasil pemetaan warisan budaya takbenda di Kota Lama Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.
Harapan Gubernur Kepri tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Pemerintahan dan Hukum, Sardison saat mewakili Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutan penutupan acara The International Workshop on HUL tersebut.
Dikataknnya, bahwa workshop ini merupakan kegiatan pertama di Kepri dalam pemetaan warisan budaya takbenda secara komprehensif.
“Saya menaruh perhatian besar karena masih banyak pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya takbenda.
Sesuai harapan dari pak Gubernur Kepri, kegiatan semacam ini harus terus mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan budaya, bahasa, dan kuliner menjadi penanda identitas suatu daerah.
Baca Juga: Perkuat Batam Menuju Kota Berbasis Smart City, Diskominfo Batam Luncurkan Tiga Inovasi Digital
Ia berharap hasil workshop tidak berhenti pada laporan pemetaan saja, tetapi berlanjut pada kerja sama penelitian, pengembangan program.
Dan juga penguatan aspek budaya di seluruh wilayah Kepri, tidak hanya di Penyengat dan Kota Lama, tetapi juga Lingga, Anambas, dan Natuna.