KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Sejauh ini program Sekolah Rakyat terapkan di Kota Tanjungpinang telah berjalan dengan baik beroperasi sejak awal September 2025 lalu.
Hanya saja terdapat sedikit kendala diantaranya minimnya jumlah siswa hanya 65 orang yang mendaftar dari target awal sebanyak 100 orang.
Ke 65 siswa tersebut meliputi jenjang SD, SMP dan SMA.
Selain itu kendala lainnya, masih kurangnya tenaga guru yang bersedia mengajar di Sekolah rakyat ini.
Baca Juga: Kemenko PM Lakukan Koordinasi Pastikan Program Sekolah Rakyat di Kepri Berjalan Lancar
Hal ini dikemukakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Elfiani Sandri saat menghadiri kegiatan koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Kegiatan digelar di Gedung A Ismeth Abdullah UMRAH, Jumata 31 Oktober 2025, dari Kemenko PM diwakili Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal dan Desa Tertentu, Prof.Dr. Abdul Haris.
Kendala lain dipaparkan Elfiani Sandri, yakni belum tersedianya sergam siswa dan juga sarana penunjang administrasi berupa laptop.
"Sekolah Rakyat di Kota Tanjungpinang saat ini sudah berjalan dengan baik, termasuk sarana dan prasarana sudah disediakan oleh Kementerian PUPR.
Dengan gedung sementara yang direnovasi berlokasi di Ex.Gedung SMPN.15 jalan Borobudur," ujar Sandri.
Lebih lanjut Sandri menjelaskan, bahwa sejauh ini banyak siswa bersekolah di Sekolah Rakyat ini tidak betah tinggal di asrama.
Baca Juga: Gubernur Kepri Berharap RRT Berpartisipasi Pengembangan Sektor Pengolahan Hasil Laut di Blok Natuna
Begitu pula dengan orang tua siswa masih belum bersedia melepas anaknya terpisah dari rumah untuk tinggal di asrama sekolah.