KLIKREAD.COM, Kepri - Menteri Pariwisata (Menpar) RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, proyek Desa Wisata hingga Oktober 2025 telah menampung sebanyak 438 produk UMKM yang telah bersertifikat halal.
Begitu pula proyek percontohan Desa Wisata telah terbentuk sebanyak 20 Desa Wisata, termasuk Pulau Penyengat di Provinsi Kepri.
Hal ini dikatakan Menpar RI saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kamis, 16 Oktober 2025.
Baca Juga: Selain Simbol Sejarah dan Budaya Melayu, Pulau Penyengat Juga Jadikan Simbol Wisata Halal Indonesia
Dikatakannya, bahwa proyek ini merupakan kolaborasi antara Kemenpar bersama dan BPJPH.
Dalam upaya percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM di Desa wisata yang dinilainya telah menunjukkan hasil yang signifikan.
“Jadi sejak Juli 2025, kami telah menjalankan program sertifikasi halal di 20 proyek percontohan desa wisata, termasuk Pulau Penyengat ini.
Hingga 15 Oktober, sudah ada 438 produk UMKM tersertifikasi halal di sini,” ujar Widiyanti.
Ke depan kata Mempar, program ini akan mencakup 1.500 desa wisata di 15 provinsi sebagai bagian dari penguatan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.
“Langkah ini menjadi tidak penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata ramah Muslim di dunia sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Pada bagian lain Menteri Widiyanti juga menegaskan, bahwa Pulau Penyengat dengan warisan budaya dan nilai religiusnya, merupakan tempat yang sangat tepat untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pariwisata halal yang inklusif dan berkelanjutan.
“Atas nama Kemenpar, saya menyampaikan penghargaan kepada BPJPH dan Pemerintah Provinsi Kepri atas kerja sama luar biasa ini.