kepri

239 Pelajar Antusias Meriahkan 'Semarak Museum di Hatiku 2025' Digelar Selama Tiga Hari

Jumat, 19 September 2025 | 21:41 WIB
Acara penutupan 'Semarak Museum di Hatiku 2025' digelar selama tiga hari di Museum Daerah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kota Tanjungpinang./net

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Sebanyak 239 pelajar jenjang SD hingga SMA/SMK antusias turut memeriahkan 'Semarak Museum di Hatiku 2025' digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini dilaksanakan selam tiga hari di Museum Daerah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kota Tanjungpinang.

Menurut Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, bahwa rangkaian kegiatan diadakan tanggal 10, 16, dan 17 September dengan diikuti 239 peserta dari 400 pendaftar.

Baca Juga: Wawako Tanjungpinang Berharap Generasi Emas Terus Konsisten Jaga dan Lestarikan BudayaSerta Sejarah Melayu

Dan hari Jumat 19 September 2025 merupakan acara penutupan 'Semarak Museum di Hatiku 2025'.

Pada kegiatan ini kata dia, terdapat tiga kategori dilombakan, diantranya Lomba Desain Poster tingkat umum secara daring pada 10 September diikuti 44 peserta.

Untuk lomba Jelajah Museum tingkat SD/MI pada 16 September diikuti 102 peserta yang terbagi dalam 34 tim.

Baca Juga: Pemko Tanjungpinang Sambut Baik Kolaborasi JSIT Majukan Pendidikan Berbasis Agama Islam di Kota Tanjungpinang

Serta lomba Melukis di atas kaos pada 17 September diikuti 93 peserta, terdiri atas 54 siswa SMP/MTs dan 39 siswa SMA/SMK.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan baik berkat kerja sama semua pihak.

Penilaian juga dilakukan juri profesional dari kalangan desainer, seniman, dan pelaku industri kreatif.

Baca Juga: Walikota Amsakar Minta TP PKK Batam Terus Dukung Program Pemerintah Memajukan Kota Batam

Semua berlangsung objektif tanpa intervensi,” ujar Nazri, Jumat 19 September 2025.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan adalah mengoptimalkan fungsi museum sebagai pusat edukasi, pelestarian, sekaligus publikasi koleksi sejarah Melayu Tanjungpinang.

Halaman:

Tags

Terkini