kepri

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kajari dan Kasi Intel Kejari Anambas, Pelaku Gunakan Foto Profil WhatsApp

Kamis, 11 September 2025 | 07:25 WIB
Kasi Intel Kejari Anambas, Bambang Wiratdany

 

KLIKREAD.COM, Anambas - Nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Anambas, Bhudi Purwanto, dan Kepala Seksi Intelijen, Bambang Wiratdany, dicatut oleh orang tak dikenal untuk melakukan aksi penipuan terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dengan menyebutkan sebagai Kajari dan Kasi Intel Kejari Anambas, pelaku mencoba meminta uang dalam jumlah besar melalui pesan WhatsApp, kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Anambas.

Perihal itu di benarkan Kasi Intel Kejari Anambas Bambang Wiratdany.

Baca Juga: Perlu pahami, Ternyata Inilah Fungsi dan Manfaat dari Keberadaan Spul Motor

“Betul bang, saya juga kaget. Beberapa teman-teman di Pemda menghubungi saya terkait pesan WhatsApp itu. Saya tegaskan, itu bukan nomor handphone saya. Ada orang yang ingin melakukan penipuan dengan mencatut nama saya,” ujar Bambang kepada media ini, Rabu, 10 September 2025

Bambang mengatakan, bukan hanya nama dirinya saja yang dicatut, tapi juga pimpinannya, Kajari Anambas Bhudi Purwanto.

“Selain nama saya, nama Pak Kajari juga digunakan. Yang lebih mengejutkan, penipu tersebut bahkan memakai foto profil WhatsApp kami untuk meyakinkan targetnya,” jelas Bambang.

Baca Juga: Ternyata Begini Solusi Tepat Mengatasi Persneling Motor yang Keras Saat Diinjak

Bambang mengungkapkan, nomor yang digunakan pelaku di antaranya 0878-9805-5333 mengatasnamakan Kajari Anambas dan 0813-1836-5955 mengatasnamakan dirinya selaku Kasi Intel.

Modus yang dilakukan, pelaku meminta uang dengan dalih pinjaman, hingga nominal Rp25 juta.

Ia pun mengingatkan masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas agar waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Kajari maupun jajaran Kejaksaan.

Baca Juga: Akselerasi Motor Matic Bekas Terasa Lemot, Ternyata Inilah Penyebabnya

“Kami sampaikan kepada masyarakat, pejabat Pemda, dan ASN untuk tidak mudah percaya dengan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan kami. Jika ada pesan seperti itu, sebaiknya segera dikonfirmasi ulang kepada kami, supaya tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Bambang. ***

Tags

Terkini