Juknisnya sudah jelas, misalnya orang luar masuk wajib lapor RT, atau ditanya hendak ke mana,” jelas Titi.
Sementara pemaparanlainnya, Tito juga menyampaikan perkembangan inflasi nasional per Agustus 2025 tercatat sebesar 2,31 persen (year on year).
Dan menurun dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar 3,27 persen.
Secara bulanan, inflasi bahkan berada di posisi –0,08 persen (month to month).
Sementara komoditas yang memberi andil terbesar terhadap inflasi adalah beras, cabai merah, rokok kretek filter, bawang merah, dan emas perhiasan.
"Selain itu penyumbang deflasi di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara,” ucap Tito.
Baca Juga: Amsakar Soroti Rendahnya Capaian Retribusi Sampah Dinilai Tak Sebanding Jumlah Rumah Tangga di Batam
Seraya Tito berharap, melalui rakor ini koordinasi dengan pemerintah daerah dapat semakin diperkuat, baik dalam menjaga stabilitas harga, mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dan juga mempercepat pengentasan kemiskinan, maupun menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.***