KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, mengapresiasi pengurus Masjid Raya Sultan Riau Penyengat atas upaya melestarikan budaya Melayu di Kota Tanjungpinang.
Salah satunya pelestarian tradisi Mandi Safar terus digelar sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya tak benda Tanjungpinang.
“Masih banyak adat dan tradisi lokal yang perlu dilestarikan agar budaya Melayu terus hidup,” ujar Raja Ariza.
Baca Juga: Walikota Batam Tegaskan Pentingnya BAZNAS Jaga Integritas, Pengelolaan Tidak Sehat Segera Dirombak
Wawako menilai momen kegiatan ini nantinya akan diusulkan menjadi warisan tak benda yang diajukan ke pemerintah pusat.
“Tradisi ini juga menjadi kesempatan untuk menggali kembali berbagai warisan budaya.
Termasuk adat perkawinan Melayu, agar tetap terpelihara untuk generasi mendatang,” kata Raja Ariza.
Baca Juga: Warga Ucapkan Terima Kasih, TMMD Bangun Jalan Sepanjang 1.591 Meter di Kaveling Sambau IV
Sementara bertepatan dengan 26 Safar 1447 H, masyarakat Pulau Penyengat kembali menggelar tradisi tahunan Mandi Safar dan Doa Selamat di Balai Kelurahan Penyengat, Rabu 20 Agustus 2025.
Dalam prosesi tersebut, Wawako Tanjungpinang Raja Ariza, ikut memandikan anak-anak sebagai simbol penerusan tradisi.
Dan juga harapan agar kota serta warganya terhindar dari hal-hal buruk atau tolak balak.
Baca Juga: Artis Ibu Kota Charly Van Houten dan Tri Suaka Bakal Hibur di Pesta Rakyat
Tradisi Mandi Safar telah dilakukan di berbagai kabupaten dan kota di Kepri sejak turun-temurun.
Prosesi ini menggunakan air sumur yang dicampur sebagai simbol pembersihan dan disertai doa, papan tolak balak, serta bacaan ayat Al-Qur’an.***