Kegiatan ini kini berkembang hingga melibatkan perundingan, penerbitan ilmiah, hingga pengembangan teknologi konservasi cagar budaya melalui pendekatan multidisiplin.
Baca Juga: Peduli Sesama, Anggota Polres Bintan Bantu Pengendara Pungut Ratusan Ikan di Jalan Raya
"Kami sangat tertarik dengan kekayaan warisan budaya yang dimiliki Tanjungpinang, terutama Pulau Penyengat yang telah kami teliti dan visualisasikan dalam bentuk maket kawasan.
Ini merupakan contoh kawasan warisan yang penting untuk dilestarikan secara arsitektural," ucap Noraslinda lagi.
Sementara Walikota Tanjungpinang Lis Darmansayah, berharap kolaborasi ini dapat memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan warisan seni bina melalui pendekatan edukatif dan profesional.
Baca Juga: Upaya Wujudkan Masyarakat Kota Batam Sadar Hukum, Perlu Diberikan Edukasi Tentang Hukum
“Kami berharap MoU ini akan menjadi awal dari berbagai program strategis seperti penelitian bersama, pendokumentasian arsitektur, pelatihan.
Dan juga workshop yang tidak hanya mendukung pelestarian budaya tetapi juga edukasi bagi generasi muda Tanjungpinang,” kata Lis.
Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terbuka untuk menjadikan kota ini sebagai laboratorium hidup untuk riset arsitektur warisan dunia Melayu.
Karena hal ini selaras dengan visi KALAM untuk menjadi pusat rujukan internasional.***